
BERITA UTAMADonggalaLINTAS SULTENGLIPUTAN KHUSUSNASIONALPaluPOLHUKAM
Kapolda Sulteng Resmikan Jembatan Presisi Jenderal Hoegeng di Donggala
Peresmian jembatan dipimpin langsung Kapolri melalui sarana Zoom Meeting. Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Sulteng didampingi Irwasda Kombes Pol Purwanto Puji Sutan, sejumlah pejabat utama Polda Sulteng, serta Kapolres Donggala.
Bidiksulteng.com,DONGGALA – Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Nasri meresmikan Jembatan Presisi Jenderal Hoegeng yang menghubungkan Desa Bale dengan Dusun V Tavao, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Kamis (13/8/2026).
Peresmian jembatan dipimpin langsung Kapolri melalui sarana Zoom Meeting. Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Sulteng didampingi Irwasda Kombes Pol Purwanto Puji Sutan, sejumlah pejabat utama Polda Sulteng, serta Kapolres Donggala.
Turut hadir Kajati Sulteng Zullikar Tanjung, Bupati Donggala, perwakilan Kodam XXIII/Palaka Wira, serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Kapolda Sulteng mengatakan pembangunan infrastruktur merupakan bagian penting dalam mendukung kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Infrastruktur yang memadai, kata dia, dapat memperlancar aktivitas ekonomi sekaligus membuka akses masyarakat terhadap berbagai layanan dasar.
“Sebagai wujud dedikasi Polda Sulteng dalam mendukung dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, hari ini saya meresmikan Jembatan Presisi Jenderal Hoegeng yang menghubungkan Desa Bale menuju Dusun V Tavao,” ujar Nasri.
Pangkas Jarak Tempuh 4,1 Kilometer
Jembatan tersebut dibangun dari awal dan bukan merupakan revitalisasi. Infrastruktur itu memiliki panjang 60 meter, lebar 2,60 meter, dan tinggi 2,45 meter.
Kehadiran jembatan diperkirakan memangkas jarak tempuh hingga 4,1 kilometer dengan estimasi waktu perjalanan sekitar 15 menit.
Jembatan tersebut juga disebut memberikan manfaat bagi sekitar 470 kepala keluarga. Masyarakat yang memanfaatkan akses tersebut antara lain anak sekolah, petani, pekebun, dan pelaku usaha mikro.
Kapolda menegaskan, pembangunan Jembatan Presisi Jenderal Hoegeng merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mengimplementasikan program Presisi, yakni Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan.
Menurutnya, peran Polri tidak hanya berkaitan dengan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga dapat diwujudkan melalui karya nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Polri hadir langsung di tengah masyarakat melalui karya nyata pembangunan infrastruktur yang bermanfaat luas,” katanya.
Polda Sulteng Bangun Sembilan Jembatan
Kapolda menyampaikan, Polda Sulawesi Tengah telah membangun sembilan jembatan di sejumlah wilayah. Empat jembatan dibangun dari awal, sedangkan lima lainnya merupakan revitalisasi jembatan yang telah ada.
Empat jembatan yang dibangun dari awal meliputi Jembatan Silondou di Kabupaten Tolitoli dengan progres 100 persen, Jembatan Kayu di Desa Wani, Kabupaten Sigi dengan progres 100 persen, Jembatan di Desa Bente, Kabupaten Morowali dengan progres 40 persen, serta Jembatan Bale di Kabupaten Donggala yang diresmikan pada Kamis ini.
Sementara itu, lima jembatan yang masuk program revitalisasi yakni Jembatan Gantung Dusun Gantindai, Kabupaten Poso dengan progres 100 persen; Jembatan Kayu Desa Marowo, Kabupaten Tojo Una-Una dengan progres 100 persen; Jembatan Kayu Desa Koyoan, Kabupaten Banggai dengan progres 100 persen; Jembatan Kayu Desa Lemboroma, Kabupaten Morowali Utara dengan progres 90 persen; serta Jembatan Kayu Desa Torete, Kabupaten Morowali dengan progres 75 persen.
Selain sembilan jembatan tersebut, Polda Sulteng juga mengagendakan pembangunan satu jembatan lainnya di Kabupaten Sigi yang masih berada pada tahap perencanaan.
Kapolda berharap seluruh infrastruktur yang dibangun dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat dan menjadi kebanggaan bersama.
Pada kesempatan tersebut, Kapolda secara resmi menyatakan Jembatan Presisi Jenderal Hoegeng Desa Bale, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, dapat digunakan masyarakat.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini, Kamis, 13 Agustus 2026, Jembatan Presisi Jenderal Hoegeng Desa Bale, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, saya nyatakan secara resmi dapat dipergunakan,” ucap Nasri.
Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan dialog publik, penandatanganan prasasti, pengguntingan pita, serta penyerahan bantuan paket sembako kepada perwakilan masyarakat setempat.






