BERITA UTAMALINTAS SULTENGLIPUTAN KHUSUSNASIONALPOLHUKAMSigi

Korban Gempa M 6,7 Dirawat di RS Torabelo, Pelayanan Tetap Berjalan Seperti Biasa

"Saat ini rumah sakit merawat 12 warga korban gempa dari Kecamatan Nokilalaki. Berdasarkan informasi dokter jaga IGD, tujuh orang di antaranya mengalami luka berat dan sisanya luka sedang. Ada satu pasien yang meminta pulang,"

Bidiksulteng.com,Sigi – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) mengakibatkan sejumlah warga mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit (RS) Torabelo, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah hingga pukul 13.38 WITA, dampak gempa teridentifikasi di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Parigi Moutong, dan Kabupaten Poso.

Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu, Muh. Rizal, dalam laporan perkembangan yang diterima media ini menyampaikan bahwa hingga pukul 13.30 WITA belum terdapat laporan korban meninggal dunia akibat gempa tersebut.

Namun, berdasarkan pendataan sementara, tercatat delapan warga mengalami luka-luka.

“Dua orang mengalami luka berat berupa patah tulang dan benturan di kepala di Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi,” demikian keterangan dalam laporan Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu.

Selain dua korban luka berat, enam warga lainnya dilaporkan mengalami luka ringan. Rinciannya, tiga orang berasal dari Kecamatan Nokilalaki, dua orang dari Kecamatan Palolo, dan satu orang dari Kecamatan Sigi.

Seluruh korban dilaporkan mendapatkan penanganan medis di RS Torabelo Palolo.

Kepala Bagian Humas RS Torabelo, Aminuddin, S.Psi., M.Kes., mengatakan kondisi pelayanan rumah sakit tetap berjalan meski sempat terjadi dampak pada sejumlah fasilitas akibat gempa.

“Situasi di RS Torabelo tetap terkendali seperti biasa pascagempa. Gedung secara umum aman dan pelayanan tetap berlangsung,” ujarnya.

Ia menjelaskan, di Ruang Cemara 1 tidak terdapat perawat maupun pasien yang mengalami luka. Namun, satu tabung oksigen berukuran besar dilaporkan jatuh dan menyebabkan regulator oksigen mengalami kerusakan.

Di Ruang Pinus, seluruh perawat dalam kondisi aman dan tidak terdapat kerusakan sarana. Namun, tujuh pasien anak dilaporkan pulang atas permintaan sendiri setelah terjadi gempa.

Sementara itu, di Ruang Mahoni, tidak ada perawat yang mengalami luka dan satu pasien pulang setelah mendapat izin dokter. Selain itu, lima tabung oksigen dilaporkan jatuh ke lantai dan satu regulator oksigen mengalami kerusakan.

Pada Ruang Maternity, tiga tabung oksigen berukuran besar dilaporkan jatuh. Selain itu, terdapat keretakan pada bagian dinding dan plafon ruangan. Meski demikian, tidak ada laporan perawat maupun pasien yang mengalami luka atau meninggalkan rumah sakit.

Di Ruang Meranti, sebagian plafon pada ruang perawatan kelas II dilaporkan mengalami kerusakan. Namun, tidak terdapat laporan korban luka maupun pasien yang pulang akibat kejadian tersebut.

Sementara di Ruang PICU, satu regulator oksigen dilaporkan patah akibat terjatuh. Sedangkan di Ruang NICU, satu tabung oksigen dilaporkan jatuh. Seorang perawat sempat mengalami luka ringan dan telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan.

Menurut Aminuddin, hingga Selasa sore RS Torabelo menangani 12 warga terdampak gempa yang berasal dari Kecamatan Nokilalaki.

“Saat ini rumah sakit merawat 12 warga korban gempa dari Kecamatan Nokilalaki. Berdasarkan informasi dokter jaga IGD, tujuh orang di antaranya mengalami luka berat dan sisanya luka sedang. Ada satu pasien yang meminta pulang,” katanya.

Ia menambahkan, pelayanan kesehatan tetap berjalan normal. Sebagian pasien saat ini dirawat di tenda darurat yang disiapkan pihak rumah sakit sebagai langkah antisipasi karena adanya kekhawatiran terhadap kemungkinan gempa susulan. ujar Aminuddin.

Hingga berita ini diturunkan, proses pendataan dampak gempa masih terus dilakukan oleh instansi terkait, sementara masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah serta lembaga berwenang.

Sumber : Humas Rumah Sakit Tora belo
Penulis : M S G
Editor : Bidiksulteng.com

Related Articles

error: Konten dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin tanpa izin.
Close