BERITA UTAMALINTAS SULTENGLIPUTAN KHUSUSNASIONALPaluPOLHUKAM

Relawan Perempuan MBG di Palu Minta Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berlanjut

Salah seorang relawan, Dedyawati, mengatakan program MBG memberikan manfaat bagi perekonomian keluarga para relawan, khususnya perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga.

Bidiksulteng.com,PALU – Ratusan relawan perempuan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Palu meminta pemerintah tetap melanjutkan pelaksanaan program tersebut. Aspirasi itu disampaikan dalam aksi unjuk rasa damai yang digelar Aliansi Relawan MBG Sulawesi Tengah di depan Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Jumat (10/7/2026).

Salah seorang relawan, Dedyawati, mengatakan program MBG memberikan manfaat bagi perekonomian keluarga para relawan, khususnya perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga.

“Kami menolak MBG untuk ditutup,” ujar Dedyawati.

Menurutnya, banyak relawan perempuan yang bekerja di dapur MBG merupakan orang tua tunggal atau perempuan yang menjadi pencari nafkah utama bagi keluarganya.

“Kalau MBG dihentikan, anak-anak kami mau makan apa,” katanya.

Ia menjelaskan, relawan MBG saat ini menerima upah rata-rata sebesar Rp100 ribu per hari. Menurutnya, pendapatan tersebut cukup membantu memenuhi kebutuhan keluarga dan dinilai layak jika dibandingkan dengan upah minimum di Kota Palu maupun Provinsi Sulawesi Tengah.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan delapan tuntutan yang diterima langsung oleh Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Rahmawati M. Nur.

Menanggapi aspirasi tersebut, Rahmawati menyatakan DPRD Sulawesi Tengah akan memperjuangkan tuntutan para relawan agar menjadi perhatian pemerintah.

Menurutnya, Program Makan Bergizi Gratis memberikan manfaat tidak hanya bagi penerima program, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di sekitar dapur MBG.

“Tenang, kalau masih Prabowo presiden, MBG tidak ditutup,” kata Rahmawati.

Selain meminta Program Makan Bergizi Gratis tetap dilanjutkan, Aliansi Relawan MBG Sulawesi Tengah juga menyampaikan sejumlah tuntutan lainnya. Di antaranya mendukung perbaikan tata kelola di Badan Gizi Nasional (BGN), mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan program, serta meminta kepastian hukum bagi mitra dan yayasan penyelenggara MBG.

Massa aksi juga meminta transparansi terkait dasar kebijakan penghentian insentif fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama masa libur, perlindungan terhadap investor dan keberlangsungan usaha mitra MBG di seluruh Indonesia, serta mendesak Badan Gizi Nasional mencabut moratorium penambahan titik SPPG agar operasional dapur MBG dapat berjalan kembali.

Aksi berlangsung secara damai dengan penyampaian aspirasi kepada DPRD Provinsi Sulawesi Tengah. Para relawan berharap tuntutan yang mereka sampaikan dapat menjadi perhatian pemerintah demi keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis.

Pewarta : M S G

Editor : Bidiksulteng.com

Related Articles

error: Konten dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin tanpa izin.
Close