BERITA UTAMAKriminalLINTAS SULTENGLIPUTAN KHUSUSNASIONALPOLHUKAMPosoSOROTAN

Tim SAR Cari Pria yang Hanyut di Sungai Lariang Poso

Berdasarkan laporan yang diterima, korban diketahui bernama Gito Aprianto (31). Korban diduga hanyut saat menyeberangi Sungai Lariang pada Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 16.00 Wita.

Bidiksulteng.com,POSO – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu melaksanakan Operasi SAR terhadap seorang pria yang dilaporkan hanyut di Sungai Lariang, Desa Doda Lore, Kecamatan Lore Tengah, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu dari Kepala Desa Doda Lore, Cristian, pada Minggu (14/6/2026) pukul 10.10 Wita.

Berdasarkan laporan yang diterima, korban diketahui bernama Gito Aprianto (31). Korban diduga hanyut saat menyeberangi Sungai Lariang pada Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 16.00 Wita.

Menurut informasi yang dihimpun, saat itu korban bersama adiknya dalam perjalanan pulang dari aktivitas menambang emas di kawasan Bulu Tuwo. Ketika hendak menyeberangi sungai, korban diduga terseret arus yang cukup deras.

Adik korban sempat berupaya memberikan pertolongan. Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena kondisi arus sungai yang kuat.

Keluarga bersama masyarakat setempat kemudian melakukan pencarian secara mandiri. Namun hingga laporan disampaikan kepada Basarnas Palu, korban belum ditemukan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu yang berjumlah tujuh personel diberangkatkan menuju lokasi kejadian menggunakan rescue car pada Minggu (14/6/2026).

Setibanya di lokasi, tim melakukan koordinasi dengan keluarga korban dan unsur terkait sebelum melaksanakan pencarian di sekitar area sungai hingga sore hari.

Pencarian pada hari pertama belum membuahkan hasil sehingga operasi SAR dilanjutkan pada Senin (15/6/2026).

Pada hari kedua operasi, Tim SAR Gabungan mengawali kegiatan dengan briefing pukul 07.00 Wita yang meliputi pengecekan personel, kesiapan peralatan, pembagian tugas, serta penyampaian prosedur keselamatan kerja sesuai standar operasional Basarnas.

Selanjutnya pada pukul 07.30 Wita, pencarian dilanjutkan dengan membagi personel ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU).

SRU 1 melakukan penyisiran darat di sepanjang sisi Sungai Lariang dari titik masuk hingga titik keluar pencarian dengan panjang lintasan sekitar enam kilometer.

Sementara SRU 2 melaksanakan penyisiran darat di sisi sungai dari Desa Teba menuju Desa Lelio dengan jarak pencarian sekitar tujuh kilometer.

Dalam operasi ini, unsur yang terlibat terdiri dari Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Polsek Lore Tengah, pemerintah desa, keluarga korban, serta masyarakat setempat.

Sejumlah peralatan juga dikerahkan untuk mendukung pencarian, antara lain rescue car, perahu karet, peralatan navigasi, perlengkapan water rescue, peralatan komunikasi, peralatan medis, dan peralatan evakuasi.

Hingga Senin (15/6/2026), operasi pencarian terhadap korban masih terus berlangsung. Pihak Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu menyatakan perkembangan lebih lanjut akan disampaikan secara berkala sesuai hasil operasi di lapangan.

Sumber : Muh. Rizal, S.H,Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu
Penulis : M S G
Editor : Bidiksulteng.com

Related Articles

error: Konten dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin tanpa izin.
Close