Bidiksulteng.com,TOJO UNA-UNA – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Tojo Una-Una akan menyalurkan bantuan pemberdayaan masyarakat transmigrasi berupa 20 ekor sapi Bali dan satu unit alat penyulingan nilam kepada kelompok masyarakat di Desa Trans Uetangko pada tahun 2026.
Kepala Dinas Nakertrans Kabupaten Tojo Una-Una, Taufan H. Tandri, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat transmigrasi yang bersumber dari dukungan pemerintah pusat.
“Bantuan sapi dan penyulingan nilam itu anggarannya langsung ke kelompok. Untuk saat ini kelompoknya hanya satu di Desa Trans Uetangko,” ujar Taufan saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (16/7/2026).
Menurut Taufan, pada 2025 pihaknya telah melaksanakan pembangunan infrastruktur berupa jembatan di kawasan transmigrasi. Sementara itu, pada 2026 fokus program diarahkan pada penguatan ekonomi masyarakat melalui bantuan pemberdayaan.
Ia menjelaskan, Kabupaten Tojo Una-Una belum memperoleh program pembangunan fisik kawasan transmigrasi dari pemerintah pusat karena prioritas nasional di Sulawesi Tengah saat ini difokuskan pada Kabupaten Sigi dan Kabupaten Poso.
“Untuk Tojo Una-Una terkait transmigrasi tidak masuk prioritas nasional. Kami hanya bisa melalui lintas kementerian. Selama ini kami terus membangun komunikasi terkait program kawasan dan bantuan masyarakat di wilayah transmigrasi yang sudah ada agar warga di sana bisa terbantu,” jelasnya.
Meski demikian, Taufan mengungkapkan bahwa pada 2026 Kabupaten Tojo Una-Una kembali mendapatkan dukungan program pemberdayaan dari Direktorat Jenderal Transmigrasi.
Ia mengatakan bantuan tersebut meliputi 20 ekor sapi Bali yang diperuntukkan bagi satu kelompok masyarakat di Desa Trans Uetangko. Mengingat jumlah penerima hanya 18 kepala keluarga, setiap keluarga direncanakan menerima satu ekor sapi, sedangkan sisanya akan dikelola sesuai mekanisme kelompok. Selain itu, kelompok penerima juga akan memperoleh satu unit alat penyulingan nilam untuk mendukung pengembangan usaha masyarakat.
“Untuk 2026 kami mendapatkan bantuan pemberdayaan di Trans Uetangko. Satu kelompok memperoleh 20 ekor sapi Bali. Mengingat di sana hanya 18 kepala keluarga, maka satu keluarga mendapatkan satu ekor sapi Bali, ditambah bantuan penyulingan nilam,” kata Taufan.
Saat ini, lanjutnya, masyarakat di kawasan transmigrasi Desa Trans Uetangko, Kecamatan Ulubongka, masih menunggu realisasi bantuan tersebut.
Ia berharap bantuan yang akan disalurkan dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjadi dasar bagi daerah untuk memperoleh dukungan program serupa pada masa mendatang.
“Kami berharap warga transmigrasi dapat memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya, sehingga ke depan upaya kami dari dinas bisa terealisasi untuk mendapatkan bantuan berikutnya,” pungkasnya.