BERITA UTAMALINTAS SULTENGLIPUTAN KHUSUSNASIONALPaluPOLHUKAM

Wagub Sulteng Dorong Penguatan Deteksi Dini untuk Tekan Kematian Ibu dan Bayi

Kegiatan tersebut diikuti jajaran Dinas Kesehatan dari 13 kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah serta dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah dr. Syahriar, M.Kes., Direktur UPT RSUD Undata Palu dr. Jumriani, M.H., dan para pemangku kepentingan di bidang kesehatan.

Bidiksulteng.com,PALU – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., membuka Pertemuan Evaluasi Penurunan Kematian Ibu (Perdarahan Postpartum dan Penanganan Eklampsia) serta Kematian Bayi (Prematuritas dan Asfiksia) melalui Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respons (AMPSR) Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026 di Aston Palu Hotel & Conference Centre, Selasa (30/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti jajaran Dinas Kesehatan dari 13 kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah serta dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah dr. Syahriar, M.Kes., Direktur UPT RSUD Undata Palu dr. Jumriani, M.H., dan para pemangku kepentingan di bidang kesehatan.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menegaskan bahwa sebagian besar kasus kematian ibu dan bayi sebenarnya dapat dicegah apabila deteksi dini, sistem rujukan, dan pengambilan keputusan berjalan secara cepat dan tepat.

Ia menyoroti masih adanya keterlambatan di tingkat keluarga dalam mengambil keputusan untuk membawa ibu hamil ke fasilitas pelayanan kesehatan. Kondisi tersebut, menurutnya, sering kali menyebabkan pasien tiba di rumah sakit dalam keadaan yang telah memburuk.

Wakil Gubernur menjelaskan, keberhasilan menekan angka kematian ibu dan bayi tidak hanya bergantung pada ketersediaan fasilitas kesehatan, tetapi juga pada koordinasi yang kuat antara bidan koordinator, puskesmas, rumah sakit, serta komunikasi yang baik dengan keluarga sejak masa kehamilan.

“Kuncinya adalah pengawalan sejak awal kehamilan. Jika ditemukan kehamilan berisiko, keluarga harus segera diberikan pemahaman bahwa persalinan harus dilakukan di rumah sakit. Kolaborasi yang kuat antara puskesmas, bidan, dan rumah sakit menjadi penentu keselamatan ibu dan bayi,” ujar Reny Lamadjido.

Ia juga mendorong pemerintah kabupaten dan kota membangun sistem pengawalan terhadap ibu hamil berisiko tinggi. Selain itu, menurutnya, pemberian penghargaan kepada daerah yang berhasil menekan angka kematian ibu dan bayi dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Wakil Gubernur turut meminta seluruh rumah sakit memastikan kesiapan tenaga medis, khususnya dokter spesialis obstetri dan ginekologi (Obgyn), agar penanganan kasus kegawatdaruratan dapat dilakukan secara cepat tanpa mengalami keterlambatan.

“Kita harus terus memperkuat sinergi antara Dinas Kesehatan, puskesmas, rumah sakit, tenaga kesehatan, dan pemerintah daerah. Dengan kerja sama yang solid, saya yakin angka kematian ibu dan bayi dapat terus ditekan, sehingga masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas,” katanya.

Melalui pertemuan evaluasi tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap penguatan koordinasi lintas sektor dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak dapat terus dilakukan sebagai upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.

Pewarta : MSG

Editor : Bidiksulteng.com

Related Articles

error: Konten dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin tanpa izin.
Close