BERITA UTAMALINTAS SULTENGLIPUTAN KHUSUSNASIONALPaluPOLHUKAM

Pemprov Sulteng Dorong Putra-Putri Daerah Isi Kebutuhan Dokter Spesialis

Menurutnya, pemenuhan empat layanan spesialis dasar dan tiga spesialis penunjang di rumah sakit sangat bergantung pada ketersediaan dokter spesialis di berbagai wilayah.

Bidiksulteng.com,PALU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di rumah sakit daerah melalui strategi jangka panjang berbasis putra-putri lokal. Salah satu langkah strategis yang kini ditempuh adalah pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS-1) di Universitas Tadulako.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes, menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Pelantikan Pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Sulteng di Hotel BW Coco, Sabtu (23/5).

Menurutnya, pemenuhan empat layanan spesialis dasar dan tiga spesialis penunjang di rumah sakit sangat bergantung pada ketersediaan dokter spesialis di berbagai wilayah.

“Dengan tantangan geografis dan medan yang ekstrem, menjadi hambatan tersendiri bagi dokter spesialis dari luar daerah untuk mengabdi di Sulteng, khususnya di wilayah terjauh,” ungkapnya.

Prioritaskan Putra Daerah Lewat PPDS-1 Untad

Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, Pemprov Sulteng bersama Universitas Tadulako kini mendorong percepatan pembukaan PPDS-1. Program ini diharapkan dapat melahirkan lebih banyak dokter spesialis dari daerah yang siap ditempatkan di rumah sakit-rumah sakit pelosok Sulawesi Tengah.

“Kami berusaha dengan Universitas Tadulako bagaimana caranya untuk membuka PPDS-1 sehingga ke depan kita lebih memprioritaskan anak-anak daerah yang mau ditempatkan di rumah sakit ujung-ujung Sulawesi Tengah,” jelas Wagub Reny.

Selain mendorong lahirnya dokter spesialis baru, Wagub juga mengajak para dokter yang sudah bertugas untuk terus meningkatkan kompetensi melalui pendidikan subspesialis maupun studi magister dan doktor.

Kolaborasi dengan Unhas Masih Dibutuhkan

Wagub Reny mengakui bahwa meski PPDS telah berjalan di Universitas Tadulako, kebutuhan dosen pengajar masih menjadi tantangan. Proses pembelajaran untuk sementara dilakukan melalui kolaborasi dengan Universitas Hasanuddin.

“Ke depan saya berharap adik-adik yang masih ingin ambil subspesialis atau S3, Insyaallah kita usahakan lewat program BERANI Cerdas,” ujarnya.

Ia berharap semakin banyak dokter asal Sulawesi Tengah yang berkontribusi memperkuat pengembangan pendidikan kedokteran di daerah, sehingga ketergantungan terhadap tenaga spesialis dari luar dapat berkurang secara bertahap.

Harapan bagi Pengurus PAPDI Sulteng 2025–2028

Pada kesempatan tersebut, dilakukan pula pelantikan pengurus PAPDI Sulawesi Tengah periode 2025–2028. dr. Sarniwaty Kamissy, Sp.PD, resmi dilantik sebagai Ketua PAPDI Sulteng.

Wagub Reny berharap kepengurusan baru dapat memperkuat sinergi antara para dokter penyakit dalam dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

“Semoga kita bisa bersinergi, dokter internis bisa bersama-sama berjalan dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sehat,” harapnya.

Editor : Bidiksulteng.com

Related Articles

Close