BERITA UTAMALINTAS SULTENGLIPUTAN KHUSUSNASIONALPaluPOLHUKAM

Operasi Patuh Tinombala, Polda Sulteng Edukasi Anak TK Tertib Lalu Lintas

Kegiatan yang dilaksanakan Satuan Tugas (Satgas) Preemtif melalui Subsatgas Pendidikan Masyarakat (Dikmas) itu berlangsung di Markas Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulteng, Rabu (4/11/2026) pagi.

Bidiksulteng.com,PALU – Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak usia dini melalui program Kapolri Polisi Sahabat Anak. Kegiatan tersebut menyasar anak-anak Taman Kanak-Kanak (TK) RA DEPAG Kota Palu dalam rangka Operasi Patuh Tinombala 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan Satuan Tugas (Satgas) Preemtif melalui Subsatgas Pendidikan Masyarakat (Dikmas) itu berlangsung di Markas Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulteng, Rabu (4/11/2026) pagi.

Program ini bertujuan mengenalkan tugas dan sosok polisi kepada anak-anak, sekaligus menanamkan kedisiplinan serta memberikan pemahaman dasar mengenai aturan dan keselamatan berlalu lintas melalui pendekatan edukatif dan menyenangkan.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak mengenal berbagai rambu lalu lintas, memahami pentingnya tertib di jalan raya, serta membangun kedekatan dengan anggota Polri.

Selain memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun pandangan positif anak terhadap sosok polisi. Melalui pendekatan humanis, anak-anak diharapkan tidak merasa takut, tetapi mengenal polisi sebagai sahabat, pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Kasatgas Preemtif AKP Edi Hafel melalui Kasubsatgas Dikmas AKP Nurfaidah mengatakan, edukasi lalu lintas kepada anak-anak merupakan investasi penting dalam membangun budaya tertib berlalu lintas sejak dini.

Menurutnya, pengenalan aturan lalu lintas perlu dilakukan dengan pendekatan yang ramah, komunikatif, dan menyenangkan agar mudah dipahami serta diterima anak-anak.

“Melalui program Polisi Sahabat Anak, kami ingin mengenalkan bahwa polisi adalah sahabat anak. Kami berharap anak-anak tidak merasa takut ketika bertemu polisi, tetapi justru merasa aman dan nyaman. Selain itu, mereka juga mulai memahami pentingnya disiplin dan keselamatan berlalu lintas,” ujarnya.

Nurfaidah juga mengimbau orang tua dan tenaga pendidik agar berperan aktif memberikan contoh serta membiasakan perilaku tertib berlalu lintas kepada anak-anak.

Pembiasaan tersebut dapat dimulai dari hal sederhana, seperti menggunakan helm saat berkendara, menyeberang di tempat yang aman, serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Achmad Muhaimin mengatakan, program Polisi Sahabat Anak merupakan bentuk pendekatan Polri kepada masyarakat sejak usia dini. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya membangun kepercayaan dan kedekatan antara polisi dengan generasi penerus bangsa.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan pemahaman kepada anak-anak bahwa polisi adalah sahabat yang hadir untuk melindungi dan memberikan rasa aman. Anak-anak harus merasa nyaman, bukan takut, ketika melihat anggota Polri,” ungkapnya.

Achmad Muhaimin juga mengingatkan orang tua dan guru agar menjadi teladan dalam mematuhi aturan lalu lintas. Menurutnya, kebiasaan baik yang diperlihatkan sejak dini akan menjadi bekal penting bagi anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami berharap edukasi seperti ini dapat membentuk generasi yang disiplin, memahami pentingnya keselamatan, serta memiliki kedekatan positif dengan Polri. Kesadaran tertib berlalu lintas harus dibangun sejak dini demi keselamatan bersama,” tutupnya.

Sumber : Humas Polda Sulteng
Pewarta : Alam
Editor : Bidiksulteng.com

Related Articles

Close