BERITA UTAMALINTAS SULTENGLIPUTAN KHUSUSNASIONALPaluPOLHUKAMSigi

Hadiri Pembukaan PKDA Alkhairaat, Minhar Tjeho Dorong Lahirnya Kader Pengabdi Umat

Kegiatan yang dibuka langsung Ketua Utama Alkhairaat, Habib Sayid Alwi bin Saggaf Aljufri, tersebut mengusung tema "Membangun Kesamaan Visi, Menyatukan Konsepsi, dan Merumuskan Strategi Perjuangan dalam Manhaj Aswaja Alkhairaat untuk Kemajuan Umat dan Kejayaan Indonesia".

Bidiksulteng.com,PALU – Ketua DPRD Kabupaten Sigi, Minhar Tjeho, menghadiri pembukaan Pesantren Kader Dasar Alkhairaat (PKDA) angkatan pertama yang digelar Majelis Organisasi Pengurus Besar (PB) Alkhairaat di Asrama Haji Transit Palu, Selasa (3/11/2026).

Kegiatan yang dibuka langsung Ketua Utama Alkhairaat, Habib Sayid Alwi bin Saggaf Aljufri, tersebut mengusung tema “Membangun Kesamaan Visi, Menyatukan Konsepsi, dan Merumuskan Strategi Perjuangan dalam Manhaj Aswaja Alkhairaat untuk Kemajuan Umat dan Kejayaan Indonesia”.

PKDA angkatan pertama dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 November 2026.

Dalam kesempatan itu, Minhar menyampaikan apresiasi kepada Majelis Organisasi PB Alkhairaat atas penyelenggaraan kegiatan kaderisasi tersebut.

Menurutnya, Alkhairaat merupakan organisasi keislaman yang memiliki akar sejarah dan kontribusi besar dalam membangun peradaban, pendidikan, serta akhlak umat di Sulawesi Tengah, khususnya di Kota Palu dan sekitarnya.

Ia berharap, melalui PKDA tersebut akan lahir kader-kader Alkhairaat yang tidak hanya memiliki militansi dalam berorganisasi, tetapi juga mampu menjadi perekat persatuan umat serta mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah.

Minhar juga menyoroti pesan Ketua Utama Alkhairaat, Habib Alwi, mengenai perbedaan mendasar antara murid dan kader. Pesan tersebut menekankan bahwa murid datang untuk memperoleh ilmu dan menyelesaikan pendidikan, sedangkan kader dipersiapkan untuk menjalani proses pembinaan sekaligus mengabdikan diri kepada umat.

Menurut Minhar, pesan Habib Alwi tersebut menjadi pengingat bahwa kaderisasi tidak semata-mata berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga membangun tanggung jawab dan komitmen pengabdian jangka panjang.

Dalam arahannya, Habib Alwi juga menitipkan amanah kepada peserta PKDA agar menghargai pilihan mereka untuk menempuh jalan pengabdian.

Pesan tersebut mengapresiasi generasi muda yang bersedia mengorbankan waktu dan pikiran untuk kepentingan agama, bangsa, dan negara melalui perjuangan Alkhairaat.

Habib Alwi turut membandingkan pilihan pengabdian tersebut dengan kecenderungan sebagian anak muda yang lebih berorientasi pada popularitas melalui media sosial, mengejar jabatan, maupun mencari kekayaan.

Bagi Habib Alwi, kesediaan peserta mengikuti proses kaderisasi merupakan pilihan untuk mengabdikan diri bagi kepentingan umat dan keberlanjutan perjuangan Alkhairaat.

Minhar berharap, pesan dan nilai-nilai yang disampaikan dalam PKDA dapat menjadi bekal bagi para peserta untuk tumbuh sebagai kader yang berintegritas, memiliki kepedulian sosial, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Dengan demikian, PKDA tidak hanya menjadi ruang pembinaan organisasi, tetapi juga wadah menyiapkan generasi penerus yang dapat melanjutkan perjuangan Alkhairaat dalam membangun umat dan daerah.

Pewarta : M S G
Editor : Bidiksulteng.com

Related Articles

Close