
BERITA UTAMABuolLINTAS SULTENGLIPUTAN KHUSUSNASIONALPOLHUKAMSOROTAN
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Buol, Satu Pasien RSUD Meninggal Dunia
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buol, Moh. Kachfi Mardjuni, mengatakan korban meninggal dunia merupakan seorang pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buol. Informasi tersebut masih berdasarkan hasil asesmen sementara yang dilakukan tim di lapangan.
Bidiksulteng.com,BUOL – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,4 yang mengguncang Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, Minggu (12/7/2026) malam, mengakibatkan satu orang meninggal dunia, sejumlah bangunan mengalami kerusakan, dan warga sempat mengungsi akibat kepanikan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buol, Moh. Kachfi Mardjuni, mengatakan korban meninggal dunia merupakan seorang pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buol. Informasi tersebut masih berdasarkan hasil asesmen sementara yang dilakukan tim di lapangan.
“Data sementara yang kami terima, terdapat satu korban meninggal dunia yang merupakan pasien di RSUD Buol. Tim masih terus melakukan pendataan terhadap dampak gempa,” kata Kachfi dalam laporan situasi BPBD, Minggu malam.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada Minggu pukul 20.46.35 WITA dengan magnitudo 5,4. Episenter gempa berada di koordinat 1,31 Lintang Utara dan 121,38 Bujur Timur, atau sekitar 37 kilometer timur laut Kabupaten Buol dengan kedalaman 10 kilometer.
Getaran gempa dirasakan cukup kuat di Kabupaten Buol dan sejumlah daerah lainnya, seperti Kabupaten Tolitoli, Kabupaten Parigi Moutong, serta wilayah Marisa dan Tilamuta di Provinsi Gorontalo.
Akibat guncangan tersebut, warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Sebagian masyarakat memilih mengungsi ke lokasi yang dianggap lebih aman karena khawatir terjadi gempa susulan.
BPBD Kabupaten Buol mencatat sejumlah bangunan mengalami kerusakan, di antaranya Kantor Mal Pelayanan Publik, sebagian ruang perawatan RSUD Buol, Kantor Inspektorat, Rumah Makan Daeng Sugi di Leok II, rumah warga di Lingkungan Bundo, Kelurahan Kali, serta satu unit rumah warga di Leok II.
Selain kerusakan bangunan, sebagian warga juga dilaporkan mengungsi ke wilayah Gunung Kali, Kelurahan Kulango, serta beberapa lokasi lain di sejumlah kecamatan di Kabupaten Buol.
Saat ini, BPBD bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) masih melakukan asesmen untuk memastikan tingkat kerusakan, jumlah warga terdampak, serta kebutuhan penanganan darurat di lapangan.
“Pemerintah daerah terus melakukan pendataan serta berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, BPBD Kabupaten Tolitoli, BPBD Kabupaten Parigi Moutong, serta BPBD Provinsi Gorontalo dalam penanganan pascagempa,” ujar Kachfi.
BPBD juga mengidentifikasi sejumlah kebutuhan mendesak bagi masyarakat terdampak, antara lain tenda pengungsian, obat-obatan, makanan siap saji, selimut, perlengkapan bayi, pakaian bagi lanjut usia, genset, terpal, serta dukungan untuk perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan.
Hingga Minggu malam, situasi di Kabupaten Buol dilaporkan mulai berangsur kondusif. Sebagian besar warga telah kembali ke rumah masing-masing, namun pemerintah mengimbau masyarakat tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari BMKG serta instansi terkait terkait potensi gempa susulan.
BPBD menegaskan pendataan dampak gempa masih terus berlangsung sehingga informasi mengenai jumlah kerusakan maupun korban dapat berubah sesuai perkembangan hasil asesmen di lapangan.
Pewarta : MSG
Editor : Bidiksulteng.com






