
BERITA UTAMALINTAS SULTENGLIPUTAN KHUSUSNASIONALPOLHUKAMSigi
Masjid Darurat Al Muhajirin Kamarora A Rampung, Siap Layani Ibadah Warga Pascabencana
Masjid darurat yang dibangun oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) tersebut selanjutnya diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Sigi yang diwakili Camat Noki Lalaki, Mikail. Setelah itu, masjid diserahkan kepada Imam Masjid Al Muhajirin untuk dimanfaatkan sebagai tempat ibadah masyarakat.
Bidiksulteng.com,SIGI – Masjid Darurat Al Muhajirin di Desa Kamarora A, Kecamatan Noki Lalaki, Kabupaten Sigi, resmi rampung dibangun setelah dikerjakan secara gotong royong oleh unsur TNI, Polri, BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), dan masyarakat setempat. Penyelesaian pembangunan ditandai dengan pelaksanaan salat Zuhur berjamaah pada Senin (29/6/2026).
Masjid darurat yang dibangun oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) tersebut selanjutnya diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Sigi yang diwakili Camat Noki Lalaki, Mikail. Setelah itu, masjid diserahkan kepada Imam Masjid Al Muhajirin untuk dimanfaatkan sebagai tempat ibadah masyarakat.
Prosesi penyerahan turut disaksikan Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Tengah Hattamudin Tamrin, perwakilan BAZNAS Pusat Ade Hilman dari BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) RI, Ketua BAZNAS Kabupaten Sigi As’ad Syukur, Ketua BAZNAS Kota Palu Muchlis, Ketua BAZNAS Kabupaten Parigi Moutong, unsur TNI-Polri, serta Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Palolo–Noki Lalaki, Moh. Amin.
Mewakili Bupati Sigi Moh. Rizal Intjenae, Camat Noki Lalaki Mikail menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan masjid darurat tersebut, khususnya BAZNAS.
Ia mengatakan Bupati Sigi menitipkan salam dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu menghadirkan sarana ibadah sementara bagi masyarakat.
“Saya dihubungi oleh Bupati Sigi dan beliau menitipkan salam kepada semua pihak, khususnya kepada BAZNAS yang telah membangun masjid darurat ini sebagai tempat ibadah salat sambil menunggu pembangunan kembali masjid yang ada,” ujar Mikail.
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya warga muslim di Desa Kamarora A dan Kecamatan Noki Lalaki, untuk menjaga serta memanfaatkan masjid tersebut dengan sebaik-baiknya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Tengah Hattamudin Tamrin mengatakan pembangunan Masjid Darurat Al Muhajirin merupakan hasil kolaborasi BAZNAS Pusat bersama BAZNAS kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana.
Menurutnya, kehadiran masjid darurat diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah selama proses pemulihan berlangsung.
“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada TNI, Polri, dan masyarakat setempat yang secara swadaya bahu-membahu membangun masjid ini sesuai waktu yang telah ditentukan,” kata Hattamudin.
Ia menjelaskan, masjid berukuran 10 x 10 meter tersebut tidak hanya diperuntukkan sebagai tempat pelaksanaan salat lima waktu, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan keagamaan lainnya.
Menurut Hattamudin, setelah masjid permanen selesai dibangun, bangunan masjid darurat diharapkan tetap dipertahankan dan dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan keagamaan, seperti taman pengajian atau tempat belajar bagi anak-anak.
“Jangan dibongkar bangunan masjid darurat ini ketika masjid permanen sudah terbangun. Manfaatkan bangunan ini untuk kegiatan keagamaan seperti taman pengajian,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Hattamudin juga menyampaikan apresiasi kepada para muzaki yang telah mempercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS.
Ia turut mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sigi, TNI, Polri, serta seluruh pihak yang telah mendukung proses pembangunan sehingga Masjid Darurat Al Muhajirin dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di Kecamatan Noki Lalaki.
Pembangunan masjid darurat tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan sarana ibadah selama proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah tersebut masih berlangsung.






