
BERITA UTAMALINTAS SULTENGLIPUTAN KHUSUSNASIONALPOLHUKAMSigi
Mensos Tinjau Sekolah Rakyat di Sigi, Dorong Pemerataan Akses Pendidikan
Ia memastikan berbagai sarana pendukung, seperti perangkat komputer, smart pod, dan perlengkapan belajar lainnya, telah disiapkan untuk menunjang proses pendidikan.
Bidiksulteng.com,SIGI – Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mendorong pemerataan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Hal tersebut disampaikan saat kunjungan kerja di Sentra Nipotowe, Desa Kalukubula, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Senin (20/4/2026) sore.
Kunjungan yang dirangkaikan dengan kegiatan bakti sosial ini turut dihadiri Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, Wakil Bupati Samuel Yansen Pongi, Sekretaris Daerah Nuim Hayat, serta Kepala Dinas Sosial Ariyanto.
Tinjau Fasilitas Pembelajaran
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Sosial bersama rombongan meninjau sejumlah fasilitas pembelajaran yang telah tersedia di lokasi program Sekolah Rakyat. Ia memastikan berbagai sarana pendukung, seperti perangkat komputer, smart pod, dan perlengkapan belajar lainnya, telah disiapkan untuk menunjang proses pendidikan.
“Seluruh perangkat seperti laptop, smart pod, dan peralatan pembelajaran lainnya sudah tersedia. Harapannya proses belajar berjalan optimal dan mampu meningkatkan minat anak-anak,” ujar Saifullah Yusuf.
Ia juga mengapresiasi penerapan pembatasan penggunaan perangkat digital yang bertujuan mendorong siswa lebih aktif membaca, baik di perpustakaan maupun ruang terbuka.
Target Pembangunan Gedung Permanen
Meski program Sekolah Rakyat telah berjalan, pemerintah mengakui masih terdapat kendala berupa belum tersedianya gedung permanen. Untuk itu, Kementerian Sosial bersama Pemerintah Kabupaten Sigi terus berkoordinasi guna mempercepat penyediaan lahan dan pembangunan fasilitas.
“Targetnya tahun ini pembangunan gedung permanen bisa dimulai, sehingga ke depan kapasitas penerimaan siswa dapat ditingkatkan,” jelasnya.
Secara nasional, program Sekolah Rakyat menargetkan lebih dari 30 ribu siswa pada tahun ajaran 2026 dan meningkat menjadi 60 ribu siswa pada tahun berikutnya, mencakup jenjang pendidikan dari SD hingga SMA.
Seleksi Berbasis Verifikasi Lapangan
Berbeda dengan sekolah umum, penerimaan siswa Sekolah Rakyat tidak melalui pendaftaran terbuka. Proses seleksi dilakukan melalui pendekatan penjangkauan langsung kepada keluarga kurang mampu.
Tim gabungan dari pemerintah daerah, Kementerian Sosial, dan Badan Pusat Statistik (BPS) akan melakukan verifikasi lapangan sebelum penetapan siswa oleh kepala daerah. Program ini juga diarahkan untuk menekan angka anak tidak sekolah dan putus sekolah.
“Negara wajib memastikan anak usia sekolah mendapatkan pendidikan. Tidak boleh ada anak yang harus bekerja di usia sekolah,” tegas Menteri Sosial.
Komitmen Pemerintah Daerah
Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program tersebut. Pemerintah daerah, kata dia, telah menyiapkan lahan seluas 8 hektare di Desa Pembewe sebagai lokasi pembangunan sekolah permanen.
“Insya Allah tahun ini mulai dibangun. Ini langkah strategis untuk memastikan tidak ada anak Sigi yang tertinggal dari akses pendidikan,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah daerah tengah melakukan verifikasi data calon siswa dari keluarga kurang mampu. Dari pendataan awal di lima kecamatan, terdapat sekitar 3.200 data yang masih perlu diverifikasi lebih lanjut.
Strategi Jangka Panjang Pengentasan Kemiskinan
Menurut Rizal, Sekolah Rakyat tidak hanya berfungsi sebagai program pendidikan, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang dalam memutus rantai kemiskinan.
“Program ini sangat strategis karena menyasar langsung akar persoalan kemiskinan melalui pendidikan,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Sigi juga berencana mengintegrasikan program pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pertanian, guna mendukung keberlanjutan kesejahteraan keluarga penerima manfaat.
Program Sekolah Rakyat diharapkan menjadi salah satu pengungkit perubahan sosial, khususnya bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera agar memiliki kesempatan yang lebih luas dalam mengakses pendidikan dan meningkatkan kualitas hidup di masa depan.
“Dengan pendidikan, anak-anak ini diharapkan mampu mengubah nasib keluarga dan lingkungannya,” ujar Saifullah Yusuf.
Editor : Bidiksulteng.com






