BERITA UTAMALINTAS SULTENGLIPUTAN KHUSUSNASIONALPOLHUKAMSigi

Di Hari Puncak FDL 2026,DPRD Sigi Minta Evaluasi Menyeluruh.

Menurutnya, keberhasilan tersebut perlu diikuti dengan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek penyelenggaraan, terutama terkait pelayanan kepada pengunjung dan penyediaan fasilitas umum

 Bidiksulteng.com,SIGI, – Ketua DPRD Kabupaten Sigi, Minhar Tjeho, S.Ag., M.H., mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Sigi atas suksesnya penyelenggaraan Festival Danau Lindu (FDL) 2026 yang berhasil menarik puluhan ribu pengunjung. Meski demikian, ia menilai masih terdapat sejumlah aspek yang perlu dievaluasi agar penyelenggaraan festival pada tahun-tahun mendatang semakin berkualitas dan memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi masyarakat maupun wisatawan.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, jumlah pengunjung Festival Danau Lindu 2026 mencapai sekitar 42 ribu orang. Tingginya antusiasme tersebut dinilai menjadi indikator bahwa festival semakin diminati dan memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai agenda pariwisata unggulan Kabupaten Sigi.

“Saya selaku Ketua DPRD Kabupaten Sigi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sigi atas pelaksanaan Festival Danau Lindu tahun ini yang sukses mendatangkan pengunjung. Informasi yang kami terima, jumlah pengunjung mencapai sekitar 42 ribu orang,” ujar Minhar.

Menurutnya, keberhasilan tersebut perlu diikuti dengan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek penyelenggaraan, terutama terkait pelayanan kepada pengunjung dan penyediaan fasilitas umum.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah masih terbatasnya fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di kawasan festival. Minhar mengatakan, sejumlah pengunjung menyampaikan keluhan mengenai jumlah toilet yang masih minim serta keterbatasan ketersediaan air bersih selama kegiatan berlangsung.

Selain itu, ia juga menerima aspirasi masyarakat mengenai kebutuhan musala yang lokasinya lebih dekat dengan area kegiatan. Menurutnya, tempat ibadah yang tersedia saat ini masih berada cukup jauh dari kawasan perkemahan sehingga kurang memudahkan pengunjung yang ingin menunaikan ibadah.

“Fasilitas MCK perlu ditambah, begitu juga dengan penyediaan musala di sekitar arena festival. Banyak pengunjung yang menyampaikan aspirasi tersebut kepada saya,” katanya.

Di bidang transportasi, Minhar turut menyoroti kemacetan yang terjadi selama festival berlangsung. Ia mengaku mengalami langsung kepadatan arus kendaraan ketika meninggalkan lokasi acara, sehingga membutuhkan waktu cukup lama untuk keluar dari kawasan Festival Danau Lindu.

Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah mempertimbangkan pembangunan jalur alternatif, khususnya dari arah Desa Langko, agar arus kendaraan yang masuk dan keluar kawasan festival dapat dipisahkan sehingga kepadatan lalu lintas dapat diminimalkan.

“Kalau memungkinkan, jalan alternatif itu segera dibangun untuk mengurai kemacetan pada pelaksanaan festival berikutnya,” ujarnya.

Selain pembangunan jalur alternatif, Minhar menilai pengelolaan area parkir juga perlu ditata lebih baik, termasuk parkir yang memanfaatkan lahan milik masyarakat. Menurutnya, koordinasi yang baik antara warga dan petugas akan menciptakan sistem parkir yang lebih tertib, mulai dari penataan lokasi hingga penerapan tarif, sehingga mampu memberikan pengalaman yang positif bagi wisatawan.

Ia juga menyoroti masih terbatasnya jumlah personel yang bertugas mengatur lalu lintas dibandingkan dengan tingginya volume kendaraan selama festival berlangsung. Untuk itu, ia mengusulkan pembentukan posko terpadu yang melibatkan Dinas Perhubungan, kepolisian, serta masyarakat setempat guna mengatur arus kendaraan sejak memasuki kawasan festival.

“Festival ini pengunjungnya terus bertambah setiap tahun. Karena itu, perlu ada posko khusus yang melibatkan Dishub, kepolisian, dan masyarakat agar pengaturan lalu lintas lebih maksimal,” tuturnya.

Selain persoalan lalu lintas, Minhar juga meminta pemerintah melakukan penataan kawasan perkemahan agar lebih tertib dan terorganisasi, sehingga tidak berkembang secara tidak teratur hingga memanfaatkan halaman rumah warga.

Menurutnya, penataan area perkemahan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus menjaga citra Festival Danau Lindu sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Sigi.

Ia berharap berbagai masukan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bersama sehingga penyelenggaraan Festival Danau Lindu pada tahun-tahun mendatang semakin baik, baik dari sisi pelayanan, fasilitas pendukung, maupun pengelolaan kawasan wisata.

 

Pewarta : M S G

Editor : Bidiksulteng.com

Related Articles

error: Konten dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin tanpa izin.
Close