BERITA UTAMALINTAS SULTENGLIPUTAN KHUSUSNASIONALPOLHUKAMSigi

HUT ke-81 RI, Anggota DPRD Sigi Rifai,Dorong Kebijakan Nyata untuk Rakyat

Ia mengatakan DPRD Sigi perlu mendorong kebijakan yang mampu memperkuat ekonomi kerakyatan, ketahanan pangan, pemerataan pembangunan hingga desa, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di tengah tantangan ekonomi, geopolitik, dan digitalisasi.

Bidiksulteng.com,SIGI – Anggota DPRD Kabupaten Sigi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Abdul Rifai Arif, S.Pt., menilai peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia harus menjadi momentum memperkuat kemandirian daerah melalui kebijakan yang nyata.

Ia mengatakan DPRD Sigi perlu mendorong kebijakan yang mampu memperkuat ekonomi kerakyatan, ketahanan pangan, pemerataan pembangunan hingga desa, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di tengah tantangan ekonomi, geopolitik, dan digitalisasi.

“DPRD Kabupaten Sigi memaknai kemerdekaan saat ini bukan hanya sebagai peringatan 17 Agustus, tetapi sebagai semangat untuk mandiri dan berdaulat di tengah tantangan ekonomi, geopolitik, dan digitalisasi,” ujar Rifai, Minggu (16/8/2026).

Menurutnya, tema nasional HUT ke-81 Kemerdekaan RI, “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, perlu diterjemahkan dalam kebijakan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kemerdekaan bagi kami berarti kemampuan daerah untuk berdiri di atas kaki sendiri. Kita harus kuatkan ekonomi kerakyatan, jaga ketahanan pangan lokal, dan siapkan SDM Sigi agar melek digital agar tidak tertinggal,” katanya.

Tiga Kebijakan Legislasi

Rifai menyebut tiga bidang kebijakan yang dinilainya penting untuk mendukung terwujudnya kesejahteraan masyarakat Sigi.

Pertama, penguatan ekonomi kerakyatan dan ketahanan pangan lokal. Menurut dia, kebijakan tersebut perlu memberikan perhatian kepada petani, pelaku UMKM, serta komoditas unggulan daerah seperti durian, kakao, dan kopra.

“Kita harus lindungi petani, UMKM, dan komoditas unggulan seperti durian, kakao, dan kopra agar harga stabil,” ujarnya.

Kedua, pemerataan infrastruktur dan pelayanan dasar di desa. Ia menyebut pembangunan jalan, air bersih, listrik, sekolah, dan puskesmas perlu menjadi perhatian dalam pembangunan daerah.

Ketiga, penguatan sumber daya manusia dan literasi digital. Rifai menilai peningkatan kemampuan masyarakat dalam menghadapi perkembangan teknologi menjadi bagian penting untuk mempersiapkan Sigi menghadapi tantangan ke depan.

“Kalau tiga Perda ini jalan, maka ‘Bersatu Berdaulat’ dan ‘Indonesia Maju’ akan mulai terasa dari Sigi,” tegasnya.

Dorong Raperda untuk Indonesia Emas 2045

Menatap Indonesia Emas 2045, Rifai juga mendorong sejumlah rancangan peraturan daerah yang menurutnya perlu menjadi perhatian.

“Menuju 2045, kita tidak bisa menunggu,” katanya.

Ia menyebut tiga rancangan yang dinilainya krusial, yakni Raperda tentang Kawasan Ekonomi Desa dan Hilirisasi Komoditas Lokal, Raperda tentang Pemerataan Akses Pendidikan Vokasi dan Digital, serta Raperda tentang Ketahanan Bencana dan Infrastruktur Tangguh.

Menurutnya, hilirisasi diperlukan agar produk daerah tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah. Sementara pendidikan vokasi dan digital dinilai penting untuk menyiapkan generasi muda.

Adapun penguatan ketahanan bencana dan infrastruktur tangguh dinilai diperlukan untuk memperkuat kesiapan daerah menghadapi potensi bencana.

“Kalau tiga ini jalan, Sigi punya pondasi kuat untuk 2045,” jelasnya.

Pembangunan Harus Dirasakan hingga Desa

Sebagai wakil rakyat, Rifai mengatakan DPRD Sigi memiliki tanggung jawab mengawal agar pembangunan dan pelayanan dasar dapat dirasakan masyarakat hingga wilayah perdesaan.

“Langkah konkret yang sudah kami lakukan adalah mengawal anggaran untuk pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, air bersih, dan listrik di desa-desa,” ujarnya.

DPRD, lanjutnya, juga mendorong program bantuan bagi UMKM, sektor pertanian, dan pendidikan.

Ke depan, ia menyebut tiga fokus yang perlu dikawal, yakni menuntaskan pemulihan pascabencana, memperkuat ekonomi desa berbasis potensi lokal, serta mengawal pelayanan kesehatan dan pendidikan gratis agar tidak ada anak Sigi yang tertinggal.

Generasi Muda dan Tantangan Media Sosial

Rifai juga menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda di tengah perkembangan media sosial. Menurutnya, ruang digital perlu dimanfaatkan untuk memperkuat karakter dan nasionalisme, bukan sebaliknya.

“Tantangan terbesar kita adalah menjaga agar generasi muda tidak hanyut di era media sosial, tapi justru menjadikannya ruang untuk memperkuat nasionalisme,” katanya.

Ia mengatakan DPRD mengawal anggaran untuk kegiatan kepemudaan, Pramuka, dan kegiatan peringatan 17 Agustus. Selain itu, ia mendorong penguatan literasi digital agar generasi muda dapat menggunakan media sosial secara bijak dan menghasilkan konten positif tentang daerah.

Penguatan pendidikan Pancasila dan sejarah di sekolah juga dinilai penting untuk membangun kecintaan generasi muda terhadap daerah dan bangsa.

“Kalau mereka bangga dengan daerahnya, otomatis mereka cinta Indonesia,” tegasnya.

Ajak Masyarakat Jaga Gotong Royong

Di tengah dinamika politik dan perbedaan pandangan, Rifai mengajak masyarakat Sigi tetap menjaga persatuan dan semangat gotong royong.

“Jangan sampai perbedaan pandangan membuat kita lupa bahwa kita bersaudara. Kritik boleh, beda pilihan boleh, tapi untuk membangun Sigi kita harus satu barisan,” ujarnya.

Ia menilai semangat gotong royong menjadi salah satu kekuatan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

“Kalau semangat gotong royong luntur, pembangunan akan lambat. Tapi kalau kita bersatu, tantangan seberat apa pun pasti bisa kita lewati bersama,” katanya.

Target Menuju HUT RI ke-82

Menatap satu tahun ke depan, Rifai berharap Indonesia semakin kuat secara ekonomi dan mandiri. Khusus untuk Sigi, ia berharap pembangunan infrastruktur di desa semakin baik, harga komoditas petani lebih stabil, serta terbuka lapangan kerja bagi generasi muda.

“Harapan saya menjelang HUT RI ke-82 tahun 2027 adalah Indonesia semakin kuat secara ekonomi dan semakin mandiri. Secara khusus untuk Sigi, saya berharap infrastruktur di desa sudah semakin baik, harga komoditas petani stabil, dan anak-anak muda punya lapangan kerja,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menyambut peringatan kemerdekaan berikutnya dengan kerja nyata, bukan sekadar kegiatan seremonial.

DPRD Kabupaten Sigi, kata Rifai, berkomitmen mengawal kebijakan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat agar semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui pembangunan dan kesejahteraan yang dirasakan hingga pelosok desa.

Sumber : Aggota DPRD Sigi Abdul Rifai Arif, S.Pt.
Pewarta : M S G
Editor : Bidiksulteng.com

Related Articles

error: Konten dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin tanpa izin.
Close