BERITA UTAMALINTAS SULTENGLIPUTAN KHUSUSNASIONALPaluPOLHUKAM

Melalui SR Gubernur dan Mensos Perkuat Sinergi Percepatan Pengentasan Kemiskinan di Sulteng

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sulteng dr. Reny Lamadjido, Ketua TP PKK Sulteng Sry Nirwanti Bahasoan, Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, serta siswa dan guru Sekolah Rakyat.

Bidiksulteng.com,Palu – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid bersama Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf menegaskan komitmen memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan percepatan penanggulangan kemiskinan di Sulawesi Tengah. Hal ini disampaikan dalam kegiatan kolaborasi program prioritas presiden yang berlangsung di Gedung Pogombo, Palu, Senin (20/4/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sulteng dr. Reny Lamadjido, Ketua TP PKK Sulteng Sry Nirwanti Bahasoan, Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, serta siswa dan guru Sekolah Rakyat.

Fokus pada Pembangunan Berbasis Data

Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menekankan pentingnya pembangunan berbasis data sebagai dasar perumusan kebijakan daerah. Ia menjelaskan bahwa pemerintah provinsi menjadikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagai satu-satunya rujukan dalam perencanaan program, termasuk pada penyusunan anggaran yang tetap mengutamakan intervensi bagi masyarakat rentan.

“Tidak ada gunanya kita membuat perencanaan tanpa data yang akurat. Karena itu, kami menjadikan data sebagai dasar utama dalam setiap kebijakan pembangunan di Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Gubernur juga mengungkapkan angka kemiskinan daerah masih berada pada kisaran 10 persen dari total 3,7 juta penduduk. Berdasarkan pendataan Badan Pusat Statistik, terdapat sekitar 80 ribu rumah yang masuk kategori tidak layak huni dan menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Penguatan Layanan Pendidikan dan Perumahan

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah provinsi terus meningkatkan dukungan di sektor pendidikan dan perumahan. Anwar Hafid menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sulteng telah menggratiskan biaya pendidikan untuk tingkat SMA, SMK, dan SLB, termasuk menambah bantuan operasional daerah untuk mengurangi pungutan di sekolah.

Selain itu, program beasiswa daerah saat ini telah menjangkau puluhan ribu mahasiswa, termasuk mahasiswa kedokteran yang menerima pembiayaan hingga puluhan juta rupiah per tahun.

Gubernur juga menyampaikan dukungan penuh terhadap pengembangan Sekolah Rakyat, sebagai salah satu program strategis nasional dalam memutus rantai kemiskinan. Ia bahkan menegaskan kesiapan pemprov menyediakan lahan di pusat kota untuk pembangunan fasilitas tersebut.

“Sekolah Rakyat adalah masa depan Sulawesi Tengah. Dari sinilah kita menyiapkan generasi yang akan membawa daerah ini menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Mensos Tekankan Transparansi dan Tepat Sasaran

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menekankan pentingnya transparansi dalam pelaksanaan Sekolah Rakyat. Ia menegaskan bahwa program tersebut diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga yang benar-benar membutuhkan, sehingga tidak boleh ada praktik titipan dalam proses penerimaan.

“Sekolah Rakyat bukan hanya mendidik anak, tetapi juga memberdayakan keluarganya, sehingga ketika anak lulus, orang tuanya juga sudah mandiri,” jelasnya.

Mensos menerangkan bahwa program ini dirancang sebagai pendekatan terpadu yang menyasar pendidikan anak dan pemberdayaan keluarga. Pemerintah juga telah menyiapkan dukungan bagi lulusan Sekolah Rakyat, baik melalui akses perguruan tinggi maupun pelatihan kerja yang sesuai kebutuhan industri.

Dorongan Penguatan Literasi Masyarakat

Selain bidang pendidikan, Mensos juga menyoroti pentingnya peningkatan literasi masyarakat melalui penyediaan perpustakaan modern yang dapat menjadi ruang edukatif. Menurutnya, fasilitas tersebut diharapkan mampu mengalihkan perhatian generasi muda dari penggunaan gawai yang berlebihan.

Sinergi Pusat dan Daerah

Kegiatan ini menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam upaya menekan angka kemiskinan. Melalui kebijakan berbasis data, pendidikan inklusif, serta intervensi sosial yang terpadu, Sulawesi Tengah diharapkan mampu melakukan percepatan pembangunan secara berkelanjutan.

Menutup sambutannya, Gubernur Anwar Hafid mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung program-program strategis pemerintah.

“Masa depan bangsa bergantung pada kualitas pendidikan generasi muda. Mari kita bersama mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera,” ujarnya.

Editor : Bidiksulteng.com

Related Articles

error: Konten dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin tanpa izin.
Close