BERITA UTAMALINTAS SULTENGLIPUTAN KHUSUSNASIONALPaluPOLHUKAM

Gubernur Anwar Hafid Tegaskan SDM Jadi Fondasi Utama Sulteng Nambaso

Dalam pemaparannya, Anwar Hafid mengajak perguruan tinggi mengambil peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah melalui riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, kemajuan Sulawesi Tengah tidak dapat dicapai hanya dengan pembangunan fisik, tetapi harus dimulai dari peningkatan kualitas manusianya.

Bidiksulteng.com,PALU – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) merupakan fondasi utama dalam mewujudkan visi Sulteng Nambaso. Penegasan tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara pada Kuliah Tamu bertema “Kampus Berdampak untuk Sulteng Nambaso: Inovasi, Riset, dan Pengabdian dalam Mendukung Transformasi Daerah” di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat (UNISA) Palu.

Kegiatan itu dihadiri Rektor Universitas Alkhairaat Dr. Muhammad Yasin, M.P., para dosen, mahasiswa, serta sivitas akademika.

Dalam pemaparannya, Anwar Hafid mengajak perguruan tinggi mengambil peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah melalui riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, kemajuan Sulawesi Tengah tidak dapat dicapai hanya dengan pembangunan fisik, tetapi harus dimulai dari peningkatan kualitas manusianya.

“Sulawesi Tengah hanya akan menjadi daerah yang besar jika memiliki sumber daya manusia yang hebat,” tegas Anwar.

Berawal dari Kajian Pembangunan Manusia

Anwar menjelaskan, lahirnya visi Sulteng Nambaso merupakan hasil kajian terhadap berbagai indikator pembangunan manusia di Sulawesi Tengah.

Berdasarkan kajian Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, sekitar 50 persen lulusan SMP tidak melanjutkan ke jenjang SMA. Selain itu, sekitar 50 persen lulusan SMA juga tidak mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Setiap tahun, sekitar 12 ribu lulusan SMA menghadapi kondisi tersebut.

Ia juga mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan rata-rata lama sekolah masyarakat Sulawesi Tengah baru mencapai sekitar sembilan tahun atau setara tingkat SMP.

Menurut Anwar, persoalan tersebut lebih banyak dipengaruhi keterbatasan ekonomi keluarga daripada rendahnya minat belajar.

“Kami telusuri penyebabnya. Kami bertanya langsung kepada masyarakat mengapa anak-anak mereka tidak melanjutkan sekolah. Jawaban yang paling dominan adalah karena biaya pendidikan,” katanya.

Dari hasil kajian tersebut lahirlah konsep Nambaso, yang dimaknai sebagai Anak Miskin Bisa Sekolah, sebelum kemudian berkembang menjadi visi pembangunan daerah yang menempatkan pembangunan manusia sebagai prioritas utama.

Strategi 9 Berani

Untuk mewujudkan visi tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido menyusun strategi pembangunan melalui 9 Program Berani.

Menurut Anwar, “Berani” merupakan akronim dari Bersama Anwar-Reny, yang menjadi sembilan program prioritas pemerintah daerah setelah memetakan sejumlah persoalan mendasar, seperti kemiskinan, rendahnya tingkat pendidikan, tingginya angka pengangguran, hingga dominasi lapangan kerja sektor informal.

Ia menyebut angka kemiskinan di Sulawesi Tengah telah menurun dari sekitar 11 persen menjadi sekitar 10 persen dalam satu tahun pemerintahan. Pemerintah menargetkan penurunan hingga lima persen dalam lima tahun mendatang.

Di bidang pendidikan, pemerintah menargetkan peningkatan rata-rata lama sekolah dari sembilan tahun menjadi 12 tahun agar masyarakat minimal menyelesaikan pendidikan hingga jenjang SMA.

Berani Cerdas dan Berani Sehat

Anwar menjelaskan, Berani Cerdas menjadi program prioritas untuk memperluas akses pendidikan bagi seluruh masyarakat Sulawesi Tengah.

Ia menegaskan pemerintah daerah terus menghadirkan dukungan pembiayaan pendidikan mulai dari jenjang SMA/SMK hingga perguruan tinggi. Pemerintah juga mengalokasikan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) sebagai pelengkap dana BOS dari pemerintah pusat.

“Saya punya keyakinan, Sulawesi Tengah hanya akan maju jika pendidikannya maju,” ujarnya.

Sementara itu, melalui program Berani Sehat, pemerintah berupaya memastikan masyarakat tetap memperoleh layanan kesehatan, termasuk bagi warga yang mengalami kendala kepesertaan BPJS Kesehatan.

Menurut Anwar, masyarakat tetap dapat mengakses layanan kesehatan menggunakan KTP sesuai mekanisme yang berlaku. Ia menyebut sepanjang 2025 sekitar 183 ribu warga telah memanfaatkan program tersebut.

Selain itu, pemerintah juga menjalankan berbagai program prioritas lainnya, antara lain Berani Lancar untuk pembangunan infrastruktur jalan, Berani Menyala guna memperluas akses listrik desa, Berani Bergerak melalui penyediaan internet satelit Starlink di wilayah blank spot, Berani Panen Raya untuk peningkatan produktivitas pertanian, Berani Tangkap bagi sektor perikanan, serta Berani Berkah yang berfokus pada tata kelola pemerintahan berbasis nilai spiritual dan kearifan lokal.

“Saya meyakini keberkahan akan hadir jika pemerintahan dibangun di atas nilai-nilai spiritual dan kearifan lokal,” katanya.

Kampus Didorong Menjadi Mitra Strategis

Pada akhir kuliah tamu, Anwar Hafid mengajak seluruh perguruan tinggi menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan berbasis kebutuhan masyarakat.

Ia mengusulkan agar setiap kampus memiliki desa binaan dan mengarahkan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk melakukan pemetaan kebutuhan masyarakat secara langsung dari rumah ke rumah.

Menurutnya, mahasiswa diharapkan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik yang bersifat sementara, tetapi juga menghasilkan riset yang dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah.

“Mahasiswa harus hadir mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Dari situlah lahir rekomendasi yang benar-benar dibutuhkan daerah,” ujarnya.

Gubernur optimistis sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi akan mempercepat terwujudnya visi Sulteng Nambaso, melalui penguatan sumber daya manusia, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Related Articles

error: Konten dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin tanpa izin.
Close