
BERITA UTAMALINTAS SULTENGLIPUTAN KHUSUSNASIONALPaluPOLHUKAMSigi
GEKIRA Sulteng Gelar Trauma Healing bagi Anak Korban Gempa di Sigi
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian bakti sosial GEKIRA Sulteng pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang terjadi di Kabupaten Sigi pada 16 Juni 2026.
Bidiksulteng.com,SIGI – Pengurus Daerah Gerakan Kristiani Indonesia Raya (PD GEKIRA) Provinsi Sulawesi Tengah melaksanakan kegiatan pendampingan trauma healing bagi anak-anak terdampak gempa bumi di Kecamatan Palolo dan Nokilalaki, Kabupaten Sigi.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian bakti sosial GEKIRA Sulteng pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang terjadi di Kabupaten Sigi pada 16 Juni 2026.
Ketua PD GEKIRA Sulawesi Tengah, Jemmy Langelo, mengatakan bahwa pemulihan psikologis bagi korban, khususnya anak-anak, menjadi salah satu fokus bantuan yang diberikan organisasi tersebut selain bantuan kebutuhan dasar.
“Selain memberikan bantuan tanggap darurat berupa bahan pangan dan kebutuhan pokok lainnya, GEKIRA Sulteng juga fokus memberikan trauma healing bagi para korban bencana, terutama bagi anak-anak,” ujar Jemmy Langelo kepada wartawan, Senin (22/6/2026).
Dalam kegiatan penyaluran bantuan secara simbolis kepada warga terdampak di Kecamatan Palolo dan Nokilalaki, Jemmy turut menyampaikan apresiasi kepada sejumlah pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan sosial tersebut.
Menurutnya, kegiatan bantuan kemanusiaan yang dilaksanakan GEKIRA mendapat dukungan dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Dewan Pembina GEKIRA Hasyim Djojohadikusumo, dan Ketua Umum GEKIRA Nikson Silalahi.
Sementara itu, Koordinator GEKIRA Berbagi Kasih, Elisa Betty Tambunan, menjelaskan bahwa penanganan dampak psikologis pascabencana menjadi bagian penting yang perlu mendapat perhatian selain bantuan logistik.
Ia menilai, korban bencana, terutama anak-anak, membutuhkan pendampingan untuk membantu mengurangi kecemasan dan memulihkan kondisi emosional setelah mengalami peristiwa yang berpotensi menimbulkan trauma.
Menurut Elisa, metode trauma healing yang diterapkan melibatkan berbagai pendekatan, seperti permainan edukatif, kegiatan seni, dan penyampaian materi yang bertujuan meningkatkan kemampuan emosional anak.

“Metode ini bisa meliputi permainan, kegiatan seni, dan pemberian materi yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan emosional anak-anak. Dengan pendekatan ini, diharapkan anak-anak dapat kembali bersemangat dan mengatasi kecemasan yang mereka alami setelah bencana,” ujarnya.
GEKIRA merupakan organisasi sayap Partai Gerindra yang menjadi wadah berhimpun umat Kristiani. Selain kegiatan keagamaan, organisasi tersebut juga melaksanakan berbagai program sosial dan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari kegiatan kemasyarakatan.
Kegiatan trauma healing dan penyaluran bantuan di Kabupaten Sigi diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya anak-anak, dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana gempa bumi.
Editor : Bidiksulteng.com
Pewarta : ID






