
BERITA UTAMALINTAS SULTENGLIPUTAN KHUSUSNASIONALPOLHUKAM
Mendagri Tito Karnavian Ajak Kepala Daerah Perkuat Sinergi Forkopimda
“Kalau seandainya Forkopimda kompak, hampir semua permasalahan daerah itu selesai. Tapi kalau pimpinan Forkopimda tidak kompak, masing-masing jalan sendiri, itu berat,”
Bidiksulteng.com,BANDA ACEH – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong kepala daerah yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) untuk meningkatkan sinergi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Menurutnya, kekompakan Forkopimda merupakan kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi di daerah.
Hal itu disampaikan Mendagri saat memberikan sambutan kunci pada Rapat Kerja APEKSI Komisariat Wilayah I di Ballroom Hotel Kyriad Muraya, Kota Banda Aceh, Aceh, Senin (20/4/2026).
“Kalau seandainya Forkopimda kompak, hampir semua permasalahan daerah itu selesai. Tapi kalau pimpinan Forkopimda tidak kompak, masing-masing jalan sendiri, itu berat,” ujar Mendagri.
Ia menekankan pentingnya kepala daerah menggelar rapat rutin bersama Forkopimda untuk memetakan persoalan di wilayah masing-masing. Koordinasi tersebut diperlukan mulai dari isu ekonomi dan sosial, hingga penanganan bencana serta permasalahan yang membutuhkan dukungan TNI dan Polri.
Menurut Tito, komunikasi yang intensif akan memperkuat hubungan antarunsur Forkopimda, sehingga seluruh pihak dapat bekerja fokus untuk mendorong kemajuan daerah.
“Nah, ini yang saya mohon betul rekan-rekan bisa memahami porsi, posisi sebagai kepala daerah sekaligus sebagai pimpinan Forkopimda,” tambahnya.
Selain itu, Mendagri menegaskan bahwa dinamika global, terutama di sektor pangan dan energi, berpotensi menimbulkan tekanan bagi masyarakat. Karena itu, kepala daerah diminta memperkuat peran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan memastikan koordinasi berjalan efektif.
“Bapak dan Ibu kepala daerah, betul-betul jaga ini. Tim pengendali inflasi daerah harus benar-benar dikawal dan dikendalikan langsung,” tegasnya.
Tito juga mendorong pemerintah daerah bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam memantau harga kebutuhan pokok. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu mendeteksi lebih cepat potensi gejolak harga di masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Mendagri meminta para kepala daerah menangkap peluang program prioritas nasional. Program tersebut meliputi sektor pangan, energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur, perumahan, ketahanan bencana, serta ekonomi kerakyatan dan penguatan desa.
“Program ini harus ditangkap, karena kalau tidak, rugi. Anggaran yang digunakan besar untuk setiap sektor ini,” ujarnya.
Acara itu turut dihadiri Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, para wali kota Komisariat Wilayah I APEKSI, serta sejumlah pihak terkait lainnya.
Editor : Bidiksulteng.com






