
BERITA UTAMALINTAS SULTENGLIPUTAN KHUSUSNASIONALPaluPOLHUKAM
Ribuan Jemaat Ikuti Doa Bersama Peduli Gempa di Palu, Perkuat Solidaritas Pascabencana
Kegiatan yang mengusung tema “Satu Doa, Satu Hati, Satu Aksi” itu dihadiri Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, serta menghadirkan lima tokoh agama dalam doa bersama lintas agama sebagai simbol persatuan dan kebersamaan masyarakat dalam mendoakan keselamatan serta pemulihan warga terdampak gempa bumi.
BidikSulteng.com,Palu – Ribuan jemaat dari berbagai denominasi gereja di Sulawesi Tengah mengikuti kegiatan Doa Bersama Peduli Gempa: Wujud Solidaritas dan Harapan Masyarakat Sulawesi Tengah Pascabencana yang digelar Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Sulawesi Tengah di Lapangan Immanuel, Kota Palu, Jumat malam (19/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Satu Doa, Satu Hati, Satu Aksi” itu dihadiri Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, serta menghadirkan lima tokoh agama dalam doa bersama lintas agama sebagai simbol persatuan dan kebersamaan masyarakat dalam mendoakan keselamatan serta pemulihan warga terdampak gempa bumi.
Doa bersama tersebut menjadi wadah untuk memperkuat solidaritas sosial, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan semangat gotong royong masyarakat Sulawesi Tengah dalam menghadapi dampak bencana.
Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda keagamaan, tetapi juga mencerminkan kuatnya persatuan masyarakat saat menghadapi situasi sulit.
“Pada kesempatan yang penuh hikmat ini, kita berkumpul bukan sekadar hadir bersama, tetapi untuk menaikkan doa bagi saudara-saudara kita yang terdampak gempa bumi. Musibah ini telah meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat kita. Ada yang kehilangan rumah, kehilangan harta benda, bahkan kehilangan orang-orang yang mereka cintai,” ujar Anwar Hafid.
Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum tersebut sebagai penguat persaudaraan dan kebersamaan di tengah proses pemulihan pascabencana.
Menurutnya, solidaritas dan persatuan merupakan modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat.
“Jangan melihat kegiatan ini hanya sebagai seremonial semata. Ada sesuatu yang sangat besar di balik kebersamaan ini. Lewat kegiatan seperti ini kita menunjukkan bahwa persatuan kita kuat, dan kebersamaan adalah modal utama untuk menghadapi setiap ujian yang datang,” katanya.
Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Anwar Hafid juga menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa kepada masyarakat yang terdampak gempa bumi.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, saya menyampaikan rasa prihatin yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang terdampak gempa. Semoga Tuhan Yang Maha Kasih memberikan kekuatan, penghiburan, kesehatan, serta ketabahan kepada seluruh saudara-saudara kita yang sedang menghadapi cobaan ini,” tuturnya.
Gubernur turut mengapresiasi berbagai pihak yang telah memberikan bantuan dan dukungan kepada masyarakat terdampak bencana, termasuk organisasi keagamaan, relawan, dan unsur masyarakat lainnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan antarumat beragama serta memperkuat rasa persaudaraan dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk potensi bencana alam.
Mengakhiri sambutannya, Anwar Hafid mengajak seluruh jemaat menyanyikan lagu “Torang Samua Basudara” sebagai simbol persatuan dan harmoni yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sulawesi Tengah.
Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Ribuan jemaat yang hadir mengikuti rangkaian doa bersama sebagai bentuk dukungan moral bagi masyarakat yang terdampak gempa sekaligus memperkuat harapan akan proses pemulihan yang terus berjalan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua I DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Arnila H.M. Ali, Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol. Nasri Sulaeman, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah Zullikar Tanjung, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara Jacob Hendrik Pattipeilohy, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Novalina, Ketua FKUB Sulawesi Tengah, unsur Forkopimda, para pimpinan perangkat daerah, pendeta se-Sulawesi Tengah, serta ribuan jemaat dari berbagai denominasi gereja.






