BERITA UTAMALINTAS SULTENGLIPUTAN KHUSUSNASIONALPaluPOLHUKAM

Gubernur Anwar Hafid Tinjau Lokasi Gempa di Sigi, Batalkan Agenda Nasional di Jakarta

Sebelumnya, Gubernur Anwar Hafid berada di Jakarta sejak Senin (15/6/2026) untuk menghadiri rapat koordinasi bersama sekitar 52 perusahaan tambang mineral dan bebatuan terkait rencana kemitraan pembangunan serta perbaikan sejumlah ruas jalan provinsi melalui skema pendanaan Corporate Social Responsibility (CSR).

Bidiksulteng.com,SIGI – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid langsung mengunjungi wilayah terdampak gempa bumi di Kabupaten Sigi, Rabu (17/6/2026), setelah tiba di Palu dari Jakarta menggunakan penerbangan komersial pada pagi hari.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi masyarakat serta penanganan darurat pascagempa tektonik berkekuatan Magnitudo 6,7 yang mengguncang sejumlah wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026).

Sebelumnya, Gubernur Anwar Hafid berada di Jakarta sejak Senin (15/6/2026) untuk menghadiri rapat koordinasi bersama sekitar 52 perusahaan tambang mineral dan bebatuan terkait rencana kemitraan pembangunan serta perbaikan sejumlah ruas jalan provinsi melalui skema pendanaan Corporate Social Responsibility (CSR).

Dalam pertemuan tersebut, perusahaan-perusahaan yang terlibat disebut berkomitmen mendukung pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan provinsi di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Morowali Utara, Morowali, dan Sigi.

Namun, setelah terjadi gempa bumi pada Selasa siang, Anwar Hafid memutuskan membatalkan agenda nasional yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Rabu (17/6/2026).

Berdasarkan agenda sebelumnya, Gubernur Sulawesi Tengah direncanakan menjadi salah satu narasumber dalam Forum Group Discussion (FGD) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI bertema “Reformulasi Desain Desentralisasi Politik: Menuju Asimetrisme dan Tata Kelola Pemerintahan yang Efektif.”

Keputusan kembali ke Sulawesi Tengah diambil untuk memantau langsung kondisi masyarakat terdampak dan memastikan langkah-langkah penanganan darurat berjalan di lapangan.

Berdasarkan data yang disampaikan pemerintah daerah dan tim penanganan bencana, Kabupaten Sigi menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak signifikan akibat gempa tersebut.

Kerusakan dilaporkan terjadi pada rumah warga, fasilitas ibadah, serta sejumlah ruas jalan. Selain itu, terdapat laporan korban jiwa dan korban luka di beberapa wilayah terdampak.

Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki, tercatat sebagai salah satu wilayah dengan jumlah warga terdampak terbesar. Sementara kerusakan rumah warga juga dilaporkan terjadi di sejumlah desa yang tersebar di Kecamatan Sigi Kota, Palolo, Nokilalaki, Tanambulava, dan Lindu.

Sejak hari pertama kejadian, Gubernur Anwar Hafid telah menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, termasuk BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Bina Marga, serta pemerintah kabupaten dan kota terdampak untuk melakukan langkah-langkah tanggap darurat.

Instruksi tersebut meliputi penanganan korban, pelayanan kesehatan, pendataan kerusakan, penyaluran bantuan, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak di wilayah Palu, Sigi, Donggala, Parigi Moutong, dan Poso.

Hingga Rabu siang, Gubernur Anwar Hafid bersama Bupati Sigi Muhammad Rizal Intjenae terus melakukan peninjauan ke lokasi terdampak sekaligus meminta tim tanggap darurat mempercepat proses penanganan dan pendataan di lapangan.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyatakan upaya penanganan darurat terus dilakukan guna memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido juga melakukan kunjungan ke wilayah Danau Lindu, Kabupaten Sigi, untuk memantau kondisi masyarakat dan dampak gempa di kawasan tersebut.

Pemerintah daerah bersama BPBD, TNI, Polri, tenaga kesehatan, dan instansi terkait terus berkoordinasi dalam penanganan dampak gempa serta pemulihan layanan dasar bagi masyarakat terdampak.

Editor : Bidiksulteng.com

Penulis : M S G

Related Articles

error: Konten dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin tanpa izin.
Close