BERITA UTAMALINTAS SULTENGLIPUTAN KHUSUSNASIONALPaluPOLHUKAM

Pangdam Palaka Wira Pimpin Rakor Penanganan Karhutla dan Kekeringan di Sulteng

Kegiatan diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas unsur Forkopimda Provinsi Sulawesi Tengah, personel TNI-Polri, para bupati dan pejabat pemerintah daerah kabupaten/kota, Kepala BPBD, Kepala Basarnas, BMKG, Kepala Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufrie Palu, serta sejumlah organisasi perangkat daerah terkait.

Bidiksulteng.com,PALU Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI J. Binsar P. Sianipar bersama Gubernur Sulawesi Tengah dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sulawesi Tengah memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta kekeringan di wilayah Sulawesi Tengah.

Rakor tersebut digelar di Ruang Rapat Polibu, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Jalan Sam Ratulangi, Kota Palu, Senin (31/8/2026).

Kegiatan diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas unsur Forkopimda Provinsi Sulawesi Tengah, personel TNI-Polri, para bupati dan pejabat pemerintah daerah kabupaten/kota, Kepala BPBD, Kepala Basarnas, BMKG, Kepala Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufrie Palu, serta sejumlah organisasi perangkat daerah terkait.

Dalam arahannya, Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI J. Binsar P. Sianipar menegaskan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan dan tidak dapat hanya mengandalkan satu institusi.

Menurut Pangdam, jajaran Kodam XXIII/Palaka Wira terus melakukan pemetaan terhadap wilayah yang dinilai rawan Karhutla dengan menyinergikan data yang dimiliki satuan jajaran dengan data dari BPBD.

Selain memperkuat kesiapsiagaan personel, Kodam XXIII/Palaka Wira juga menyiapkan sejumlah perlengkapan pendukung penanganan Karhutla. Peralatan tersebut antara lain alat pelindung diri (APD), drone, perangkat GPS, alat pemadam, pompa punggung, serta 22 unit armada pemadam kebakaran yang telah disebar di sejumlah wilayah.

Pangdam mengatakan penanganan Karhutla tidak cukup hanya dilakukan melalui pemadaman setelah kebakaran terjadi. Upaya pencegahan melalui edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat dinilai perlu diperkuat secara bersama-sama di setiap wilayah.

Berdasarkan identifikasi di lapangan yang disampaikan dalam rakor tersebut, sejumlah faktor yang disebut dapat memicu kebakaran antara lain pembukaan lahan dengan cara dibakar, pembakaran sampah, serta puntung rokok yang dibuang sembarangan di kawasan hutan dan lahan kering.

“Tanpa edukasi, kita akan menjadi pemadam kebakaran terus. Karena itu, Danrem dan Dandim saya minta berkolaborasi dengan BPBD dan Kepolisian serta Pemerintah Daerah setempat untuk memberikan edukasi secara masif kepada masyarakat,” ungkap Pangdam.

Dalam rakor tersebut, Pangdam juga menyampaikan sejumlah strategi antisipasi Karhutla yang perlu dilakukan secara terpadu. Strategi itu meliputi rapat kerja dengan seluruh komponen di masing-masing wilayah, penyusunan prosedur tetap (protap) penanganan Karhutla, apel kesiapsiagaan, latihan posko dan latihan lapangan, serta pembentukan satuan tugas penyuluhan dan pencegahan Karhutla.

Selain itu, strategi yang disampaikan mencakup pengerahan pasukan di daerah rawan, pemenuhan peralatan pendukung, serta pembangunan jaringan komunikasi di seluruh wilayah.

Pangdam menekankan agar seluruh strategi tersebut dilaksanakan secara terintegrasi sehingga setiap unsur memiliki pemahaman dan pola tindakan yang sama dalam menghadapi maupun mengantisipasi potensi Karhutla dan kekeringan.

Melalui Rakor Penanganan Karhutla dan Kekeringan tersebut, unsur terkait berkomitmen memperkuat sinergi, kesiapsiagaan, serta langkah pencegahan dan penanganan di wilayah Sulawesi Tengah.

Upaya tersebut diharapkan dapat membantu meminimalkan potensi dampak Karhutla dan kekeringan terhadap masyarakat, lingkungan, serta wilayah Sulawesi Tengah.

 

Sumber : Humas Kodam XXIII/Palaka Wira

Pewarta : M S G

Editor : Bidiksulteng.com

Related Articles

error: Konten dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin tanpa izin.
Close