
BERITA UTAMALINTAS SULTENGLIPUTAN KHUSUSNASIONALPaluPOLHUKAM
Gubernur Anwar Hafid Tutup Environmental Fest 2026, Ajak Masyarakat Perkuat Gerakan Jaga Lingkungan
Penutupan kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP-PKK Sulawesi Tengah Sry Nirwanti Bahasoan dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny Lamadjido. Selama beberapa hari pelaksanaan, Environmental Fest 2026 menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari pameran lingkungan, edukasi pengelolaan sampah, aksi penghijauan, hingga melibatkan pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan pegiat lingkungan.
Bidiksulteng.com,Palu – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid secara resmi menutup rangkaian Environmental Fest 2026 dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Halaman Gedung Pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Minggu (28/6/2026).
Penutupan kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP-PKK Sulawesi Tengah Sry Nirwanti Bahasoan dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny Lamadjido. Selama beberapa hari pelaksanaan, Environmental Fest 2026 menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari pameran lingkungan, edukasi pengelolaan sampah, aksi penghijauan, hingga melibatkan pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan pegiat lingkungan.
Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan harus berjalan secara seimbang. Menurutnya, pemanfaatan sumber daya alam, termasuk pembukaan kawasan untuk perkebunan dan pertambangan, dapat memberikan manfaat ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja, namun pelaksanaannya harus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
“Yang harus kita lakukan adalah menjaga agar hutan tetap lestari, lingkungan tetap asri, sementara pemanfaatan sumber daya alam berjalan dengan tata kelola yang baik,” kata Anwar Hafid.
Ia mengibaratkan pengelolaan lingkungan seperti proses seorang ibu melahirkan, yang menurutnya merupakan proses yang tidak dapat dihindari, tetapi harus dilakukan dengan cara yang tetap menjaga keselamatan dan meminimalkan dampak yang ditimbulkan.
Karena itu, Gubernur meminta seluruh perusahaan pertambangan menerapkan prinsip good mining practice agar kegiatan pertambangan dapat berlangsung tanpa mengabaikan aspek lingkungan. Ia mencontohkan pengalamannya saat bertugas di Sorowako, Sulawesi Selatan, di mana aktivitas pertambangan disebut dapat berjalan berdampingan dengan kelestarian Danau Matano dan Danau Towuti.
Selain itu, Anwar Hafid mengajak masyarakat menjadikan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sebagai momentum memperkuat kesadaran bersama dalam menjaga kelestarian alam.
Ia menyebut, dengan jumlah penduduk Sulawesi Tengah sekitar 3,7 juta jiwa, dampak positif terhadap lingkungan akan sangat besar apabila setiap warga menanam minimal satu pohon.
“Kalau setengah saja dari jumlah penduduk menanam satu pohon, Sulawesi Tengah akan tetap hijau dan lestari,” ujarnya.
Gubernur juga menyampaikan keprihatinannya terhadap penebangan pohon penghijauan yang telah ditanam pada masa kepemimpinan sebelumnya. Menurutnya, pohon memiliki fungsi penting sebagai penyangga ekosistem, penghasil oksigen, penyerap karbon, sekaligus peneduh kawasan.
Ia bahkan mengusulkan agar setiap aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menanam sedikitnya satu pohon. Dengan jumlah ASN sekitar 18 ribu orang, langkah tersebut dinilai dapat menjadi kontribusi nyata dalam mendukung gerakan penghijauan.
Dalam kesempatan yang sama, Anwar Hafid juga mendorong masyarakat mengubah cara pandang terhadap sampah. Menurutnya, sampah memiliki nilai ekonomi apabila dikelola melalui proses daur ulang.
“Sampah sekarang bukan lagi sesuatu yang menjijikkan. Sampah sudah menjadi cuan karena bisa diolah menjadi produk yang bernilai ekonomi,” katanya.
Gubernur turut menyinggung kondisi suhu udara yang menurutnya mencapai sekitar 36 derajat Celsius sebagai pengingat pentingnya menjaga lingkungan. Ia mengajak masyarakat tidak hanya mengandalkan pemerintah, tetapi ikut berperan melalui tindakan sederhana seperti menanam pohon, menjaga kebersihan, dan merawat ruang terbuka hijau.
Ia juga membagikan pengalamannya saat berkunjung ke Provinsi Hainan, Tiongkok, yang dinilainya berhasil menghadirkan kawasan hijau dengan penanaman pohon kelapa di sepanjang jalan hingga area bandara. Menurutnya, Sulawesi Tengah yang menjadikan pohon kelapa sebagai lambang daerah dapat mengembangkan langkah serupa melalui program penghijauan.
Untuk mendukung upaya tersebut, Gubernur meminta Dinas Lingkungan Hidup memperkuat gerakan penanaman pohon dengan menyediakan bibit dalam jumlah besar serta menggandeng perusahaan membangun pusat-pusat pembibitan agar masyarakat lebih mudah memperoleh bibit.
Menurutnya, menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Dalam sambutannya, ia juga mengutip pesan dalam Al-Qur’an mengenai pentingnya menjaga keseimbangan alam sebagai tanggung jawab manusia.
Pada akhir kegiatan, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan Environmental Fest 2026, termasuk perusahaan, komunitas lingkungan, relawan, dan para donatur yang turut membantu masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Sigi.
Menutup sambutannya, Anwar Hafid mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai budaya bersama.
“Mari kita bersinergi, bekerja untuk iklim, menyelamatkan bumi, dan mewariskan lingkungan yang lebih baik kepada generasi mendatang,” pungkasnya.






