
BERITA UTAMALINTAS SULTENGLIPUTAN KHUSUSNASIONALPaluPOLHUKAM
Wagub Sulteng Buka Pelantikan Kaukus Perempuan Parlemen, Dorong Perempuan Ambil Peran Strategis
Kegiatan yang mengusung tema “Untuk Pembangunan Daerah yang Inklusif dan Responsif Gender” tersebut menjadi wadah penguatan peran perempuan dalam pengambilan kebijakan publik sekaligus mendorong pembangunan yang lebih adil dan setara.
Bidiksulteng.com,PALU – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., secara resmi membuka Pelantikan dan Rapat Kerja Kaukus Perempuan Parlemen Sulawesi Tengah yang dirangkaikan dengan program Better Reproductive Health and Rights for All in Indonesia Phase II (BERANI II), di Ruang Pogombo Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Untuk Pembangunan Daerah yang Inklusif dan Responsif Gender” tersebut menjadi wadah penguatan peran perempuan dalam pengambilan kebijakan publik sekaligus mendorong pembangunan yang lebih adil dan setara.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Reny Lamadjido menegaskan pentingnya peningkatan keterlibatan perempuan dalam dunia politik dan parlemen. Menurutnya, perempuan perlu memiliki keberanian untuk mengambil peran strategis dalam kepemimpinan dan tidak ragu menghadapi berbagai tantangan.
Ia juga membagikan pengalaman pribadinya saat memutuskan meninggalkan dunia birokrasi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk terjun ke dunia politik hingga dipercaya menjadi Wakil Gubernur perempuan pertama di Sulawesi Tengah.
“Saya ingin menyampaikan kepada perempuan-perempuan Sulawesi Tengah, jangan pernah takut mengambil kesempatan. Dulu saya juga tidak punya pengalaman politik, saya hanya berbekal keberanian, pengalaman hidup, dan keyakinan bahwa perempuan juga mampu memimpin,” ujar Reny.
Menurutnya, perempuan perlu terus membangun kepercayaan diri dan meningkatkan kapasitas agar mampu mengambil bagian dalam ruang-ruang pengambilan keputusan, termasuk sebagai anggota legislatif di tingkat kabupaten, kota, provinsi, maupun nasional.
“Persiapkan diri dari sekarang. Jangan pernah berpikir bahwa perempuan hanya kembali ke dapur. Kita harus punya konsep diri yang kuat. Keterwakilan perempuan di parlemen harus terus bertambah, bukan justru berkurang,” tegasnya.
Selain mendorong peningkatan representasi politik, Reny menilai perjuangan perempuan juga harus diarahkan pada upaya pemberdayaan perempuan lainnya, khususnya di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta perlindungan terhadap perempuan dan anak.
Sementara itu, Koordinator Pelantikan, Mutmainah Korona, S.E., melaporkan sebanyak 103 anggota Kaukus Perempuan Parlemen dari 13 kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah resmi dilantik dalam kegiatan tersebut.
Menurut Mutmainah, forum ini dibentuk untuk menyusun agenda strategis dan membahas berbagai isu perempuan yang akan diperjuangkan melalui kebijakan-kebijakan di parlemen.
Kaukus Perempuan Parlemen merupakan forum yang berfokus pada penguatan keterwakilan perempuan, perlindungan hak-hak perempuan, serta pengarusutamaan isu perempuan dalam proses pengambilan keputusan dan pembangunan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi Program BERANI II (Better Reproductive Health and Rights for All in Indonesia) yang dilaksanakan melalui kolaborasi Kaukus Perempuan Parlemen RI bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Pemerintah Kanada, UNFPA, UNICEF, dan UN Women.
Program tersebut memiliki lima fokus utama, yakni pencegahan perkawinan anak, pendidikan kesehatan reproduksi bagi remaja, penguatan pola pengasuhan positif, penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak secara komprehensif, serta penguatan kemitraan strategis lintas sektor.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Presidium Kaukus Perempuan Parlemen RI Nurul Arifin, Wakil Ketua I Hj. Arnila Hi. M. Ali, Senior International Assistant Global Affairs Canada Novi Anggraini, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah dan DPRD kabupaten/kota, kepala perangkat daerah Provinsi Sulawesi Tengah, organisasi perempuan, serta peserta dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap semakin banyak perempuan tampil sebagai penggerak perubahan, mengambil peran strategis dalam pembangunan, serta berkontribusi mewujudkan daerah yang inklusif dan berkeadilan.






