BERITA UTAMALINTAS SULTENGLIPUTAN KHUSUSNASIONALPOLHUKAMSigiSOROTAN

Masyarakat Sigi Berharap Sengketa Dua Tokoh Diselesaikan Secara Bijak

Salah satu warga yang berprofesi sebagai juru parkir, yang akrab disapa Om Kadir, mengaku prihatin melihat hubungan kedua tokoh tersebut yang menurutnya semakin memanas hingga berujung pada proses hukum.

Bidiksulteng.com,SIGI – Perseteruan yang mencuat antara mantan Bupati Sigi, Mohamad Irwan Lappatta, dan Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, mendapat perhatian dari sebagian masyarakat. Sejumlah warga menyampaikan harapan agar perbedaan yang kini bergulir melalui jalur hukum dapat diselesaikan dengan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat dan menjaga kondusivitas daerah.

Salah satu warga yang berprofesi sebagai juru parkir, yang akrab disapa Om Kadir, mengaku prihatin melihat hubungan kedua tokoh tersebut yang menurutnya semakin memanas hingga berujung pada proses hukum.

Menurutnya, masyarakat lebih menginginkan para pemimpin memberikan teladan melalui sikap saling menghormati dan mengutamakan kepentingan daerah dibanding mempertontonkan perselisihan di ruang publik.

“Kasihan rakyat. Kami hanya ingin Sigi maju, bukan melihat para pemimpin saling menyerang. Kalau pemimpinnya terus bertengkar, masyarakat bisa ikut terpecah. Pendukung satu membela, pendukung lainnya membalas. Akhirnya yang dirugikan rakyat sendiri,” ujar Om Kadir, sebagaimana dikutip dari pemberitaan ReadNews.id.

Ia menilai, baik Mohamad Irwan Lappatta maupun Mohamad Rizal Intjenae merupakan figur yang pernah dan sedang mendapat amanah memimpin Kabupaten Sigi. Karena itu, menurutnya, setiap sikap dan pernyataan keduanya akan menjadi perhatian masyarakat.

“Kalau pemimpinnya saling sindir, saling lapor, bagaimana masyarakat mau hidup rukun? Pemimpin itu harus menjadi teladan, bukan mempertontonkan permusuhan,” katanya.

Senada dengan itu, seorang warga Kabupaten Sigi lainnya yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan juga mengaku menyayangkan perseteruan yang melibatkan kedua tokoh tersebut.

Menurutnya, masyarakat selama ini memandang keduanya sebagai panutan. Karena itu, ia berharap persoalan yang terjadi dapat diselesaikan secara bijaksana tanpa memperpanjang polemik yang berpotensi memengaruhi kehidupan sosial masyarakat.

“Kami sangat menyayangkan kondisi ini. Kedua tokoh tersebut seharusnya menjadi panutan masyarakat Sigi. Kami berharap persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik sehingga tidak menimbulkan kesan permusuhan yang berkepanjangan,” ujarnya.

Seperti diketahui, dinamika antara kedua tokoh tersebut bermula dari pernyataan yang disampaikan dalam sebuah acara resmi. Perkembangan selanjutnya berlanjut dengan penyampaian somasi hingga laporan dugaan pencemaran nama baik yang telah didaftarkan ke Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng).

Hingga berita ini ditulis, perkara tersebut masih berada dalam tahap awal penanganan aparat kepolisian. Seluruh pihak tetap memiliki hak yang sama untuk menyampaikan keterangan sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

Sesuai prinsip asas praduga tak bersalah, semua pihak yang terlibat harus dianggap tidak bersalah sebelum adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Masyarakat juga diimbau menunggu perkembangan resmi dari aparat penegak hukum serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

Pewarta : ID
Editor : Bidiksulteng.com

Related Articles

error: Konten dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin tanpa izin.
Close