
BERITA UTAMALINTAS SULTENGLIPUTAN KHUSUSNASIONALPOLHUKAM
Wamendagri Wiyagus Dorong Kepala Daerah Optimalkan Pembiayaan Kreatif
Pernyataan itu disampaikan Wiyagus saat membuka Workshop Tata Kelola Keuangan Pemerintah Daerah melalui Creative Financing terhadap Pengaruh Efisiensi Tahun 2026 di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Jumat (3/7/2026).
Bidiksulteng.com,JAMBI – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus mendorong kepala daerah menerapkan pola kepemimpinan yang adaptif dengan mengoptimalkan skema pembiayaan kreatif (creative financing) di tengah dinamika ekonomi global. Menurutnya, pendekatan tersebut penting agar pembangunan daerah tetap berjalan tanpa bergantung sepenuhnya pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Pernyataan itu disampaikan Wiyagus saat membuka Workshop Tata Kelola Keuangan Pemerintah Daerah melalui Creative Financing terhadap Pengaruh Efisiensi Tahun 2026 di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Jumat (3/7/2026).
“Kita tahu di tengah efisiensi tahun 2026 memang kepala daerah sekarang ini dituntut untuk benar-benar bisa mengimplementasikan apa yang dinamakan adaptive leadership di tengah gejolak eskalasi geopolitik global yang susah diprediksi,” ujar Wiyagus.
Ia menjelaskan, salah satu strategi yang dapat dilakukan pemerintah daerah ialah mengoptimalkan pemanfaatan aset yang selama ini belum produktif. Menurutnya, lahan tidur maupun berbagai fasilitas milik pemerintah daerah yang masih menjadi beban anggaran dapat dikelola melalui kerja sama dengan pihak ketiga sehingga mampu menghasilkan nilai ekonomi sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sebagai contoh, Wiyagus menyinggung penerapan creative financing di sejumlah daerah, salah satunya pengelolaan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Menurutnya, kerja sama pengelolaan stadion dengan klub sepak bola Persib Bandung membuat biaya perawatan tidak lagi sepenuhnya menjadi beban pemerintah daerah dan memberikan manfaat ekonomi.
Wiyagus menilai Kota Jambi memiliki modal yang kuat untuk mengembangkan strategi serupa karena dipimpin oleh kepala daerah dengan latar belakang birokrasi dan dunia usaha. Kombinasi tersebut dinilai dapat mendorong lahirnya berbagai inovasi pembiayaan di luar mekanisme konvensional.
“Jadi kalau bicara creative financing sudah ideal. Jadi, bagaimana lahan tidur yang menjadi aset-aset pemerintah daerah ini benar-benar bisa diberdayakan, bisa menghasilkan profit lah ya untuk menambah PAD,” tegasnya.
Selain itu, Wiyagus mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kota Jambi untuk memperkuat kolaborasi dengan sektor swasta dan berbagai pemangku kepentingan lainnya guna mempercepat pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kemandirian fiskal.
“Harapan kita tentunya pemberdayaan pihak ketiga juga ikut bertanggung jawab untuk membangun Kota Jambi ini menjadi kota yang tidak hanya berpikir konvensional lagi, tidak terlalu tergantung kepada pemerintah pusat,” pungkasnya.
Workshop tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat, Wali Kota Jambi Maulana, Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, jajaran staf ahli dan asisten di lingkungan Pemerintah Kota Jambi, serta para camat dan lurah se-Kota Jambi.
Pewarta : MSG
Editor : Bidiksulteng.com






