BERITA UTAMALINTAS SULTENGLIPUTAN KHUSUSNASIONALPOLHUKAMTojo Una-Una

Cetak Sawah 220 Hektare di Tojo Una-Una Terkendala Benih dan Kemarau

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Tojo Una-Una, Ir. Albar Amir, S.T., M.T., mengungkapkan bahwa keterlambatan distribusi benih dan penurunan debit air akibat dampak El Nino menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan program tersebut.

Bidiksulteng.com,TOJO UNA-UNA – Program cetak sawah seluas 220 hektare di wilayah Uematopa, Kecamatan Ulubongka, Kabupaten Tojo Una-Una, masih menghadapi sejumlah kendala. Dinas Ketahanan Pangan bersama TNI terus melakukan evaluasi untuk memastikan program yang dimulai pada 2025 tersebut dapat berjalan sesuai rencana.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Tojo Una-Una, Ir. Albar Amir, S.T., M.T., mengungkapkan bahwa keterlambatan distribusi benih dan penurunan debit air akibat dampak El Nino menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan program tersebut.

Kondisi itu menyebabkan sebagian petani memilih menanam nilam sebagai tanaman alternatif di tengah keterbatasan air untuk mengolah lahan persawahan.

Dari total 220 hektare lahan yang telah dicetak, sebanyak 150 hektare berada di Desa Uematopa, sedangkan 70 hektare lainnya tersebar di dusun lain. Namun, baru sekitar 10 hektare yang sempat ditanami padi. Tanaman tersebut dilaporkan gagal panen akibat kemarau panjang.

“Tidak ada alih fungsi lahan. Kontrak kerja jelas untuk padi sawah, bukan padi ladang. Program ini dicetak TNI pada 2025,” ujar Albar saat diwawancarai awak media di ruang kerjanya, Rabu (21/10/2026).

Albar menjelaskan, bantuan biaya pengolahan lahan sebesar Rp900.000 per hektare telah disiapkan. Namun, penyalurannya masih menghadapi kendala, antara lain rekening kelompok tani (Poktan) yang belum aktif serta akses menuju wilayah tersebut yang relatif sulit.

Selain itu, distribusi bantuan alat dan racun rumput juga menghadapi hambatan. Salah satunya berkaitan dengan distribusi bahan bakar minyak (BBM) untuk mendukung operasional alat dan mesin milik TNI. Pergantian pejabat turut memengaruhi proses pengadaan benih.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihaknya berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian guna mempercepat pengadaan benih. Dinas juga mendorong kelompok tani segera mengaktifkan rekening agar penyaluran bantuan dapat diproses.

Upaya lain yang dilakukan ialah memperkuat sosialisasi bersama Wakil Bupati dan penyuluh pertanian, sekaligus memastikan kesiapan sarana pendukung di lapangan.

“Kami menunggu curah hujan agar dapat dilakukan penyemprotan racun rumput, sekaligus memastikan alat dari TNI bisa digunakan maksimal,” jelasnya.

Albar berharap masyarakat dapat menyikapi program cetak sawah tersebut secara positif dan memanfaatkan bantuan yang tersedia secara optimal untuk mendukung peningkatan produksi pertanian serta menjaga ketahanan pangan daerah.

Ia optimistis, melalui penguatan koordinasi antara pemerintah daerah, TNI, kelompok tani, dan instansi terkait, target cetak sawah seluas 220 hektare dapat ditindaklanjuti sesuai rencana.

“Kami optimistis jika koordinasi terus diperkuat, target cetak sawah 220 hektare bisa berjalan sesuai rencana,” tutupnya.

Pewarta : M. Ichan.
Editor : Bidiksulteng.com

Related Articles

Close