BERITA UTAMALINTAS SULTENGLIPUTAN KHUSUSNASIONALPalu

Tak Ada Politisasi, KONI Sulteng Resmi Serahkan SK KONI Kota Palu

Bidiksulteng.com,Palu – KONI Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan bahwa dinamika yang sempat terjadi dalam proses organisasi KONI Kota Palu murni dinamika internal organisasi dan tidak mengandung unsur politisasi. KONI Sulteng menekankan komitmennya menjaga stabilitas organisasi demi kelangsungan pembinaan olahraga di daerah.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua Umum KONI Sulteng, Muhammad Fathur Razaq, yang diwakili Wakil Ketua Umum I Helmy Umar, bersama Wakil Sekretaris I Muhammad Warsita dan Ketua Bidang Organisasi Hendi Maratua, dalam konferensi pers yang dirangkaikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Kepengurusan KONI Kota Palu.

KONI Sulteng secara langsung menyerahkan SK tersebut kepada Ketua Harian KONI Kota Palu Akram Agus dan Sekretaris KONI Kota Palu Calvin Tawil, Rabu (4/3/2025), di Sekretariat KONI Sulteng.

Wakil Ketua Umum I KONI Sulteng, Helmy Umar, menjelaskan bahwa polemik yang berkembang merupakan konsekuensi dari proses demokrasi organisasi. Menurutnya, KONI Sulteng menyikapi situasi tersebut secara hati-hati dan bertanggung jawab dengan melibatkan bidang hukum serta berkonsultasi dengan KONI Pusat.

“Kami ingin menegaskan bahwa persoalan atau sengketa yang terjadi beberapa waktu lalu murni dinamika organisasi. Tidak ada sedikit pun politisasi di dalamnya,” tegas Helmy.

Helmy menambahkan, arahan dari KONI Pusat bersifat pembinaan sebagai orang tua organisasi, sementara keputusan tetap menjadi kewenangan KONI Provinsi Sulawesi Tengah. Setelah Dewan Pusat meminta agar persoalan tidak berlarut-larut, KONI Sulteng segera melakukan konsolidasi internal dan mengambil keputusan untuk menerbitkan SK kepengurusan KONI Kota Palu.

KONI Sulteng mempercepat penerbitan SK demi menjaga kesinambungan pembinaan olahraga, terutama karena Kota Palu akan segera menghadapi agenda Pra-SIDM. Helmy menegaskan bahwa keterlambatan kepengurusan berpotensi menghambat keikutsertaan Kota Palu dalam agenda tersebut.

“Dalam waktu dekat kita akan menghadapi Pra-SIDM. Kalau Kota Palu terlambat atau tidak ikut, itu akan berdampak langsung pada pembinaan olahraga. Karena itu kami harus segera mengeluarkan SK,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa langkah cepat KONI Sulteng merupakan bentuk tanggung jawab bersama untuk menyelamatkan pembinaan olahraga di daerah. Setelah Lebaran, agenda olahraga akan berlanjut dengan pelaksanaan CDM dan launching kegiatan di Morowali, sehingga stabilitas organisasi menjadi kebutuhan mendesak.

“Kami patuh pada arahan Dewan Pusat dan bertindak cepat demi kepentingan olahraga Sulawesi Tengah,” kata Helmy.

Sementara itu, Ketua Harian KONI Kota Palu, Akram Agus yang menerima SK menyampaikan apresiasi atas langkah tegas dan cepat KONI Sulteng. Ia menegaskan bahwa terbitnya SK menjadi dasar hukum penting untuk melanjutkan roda organisasi dan pembinaan atlet di Kota Palu sesuai masa bakti yang telah ditetapkan.

Pihak KONI Kota Palu juga mengajak seluruh insan olahraga dan media untuk meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat. Menurutnya, olahraga harus tetap berada pada jalurnya sebagai alat pemersatu bangsa dan tidak dicampuradukkan dengan kepentingan politik. Dinamika yang terjadi dinilai sebagai proses pembelajaran dalam berorganisasi dan berdemokrasi.

Melalui penyerahan SK ini, KONI Sulteng berharap seluruh pihak kembali bersatu dan fokus membangun prestasi olahraga di Kota Palu dan Sulawesi Tengah. Konsolidasi organisasi ini menjadi langkah penting dalam menghadapi agenda besar olahraga nasional, termasuk persiapan menuju PON 2028 di NTB dan NTT.

Konferensi pers tersebut sekaligus menjadi momentum penguatan sinergi antara KONI kabupaten/kota dan KONI Provinsi Sulawesi Tengah demi kemajuan olahraga daerah ke depan.

Related Articles

Close