BERITA UTAMALINTAS SULTENGLIPUTAN KHUSUSNASIONALPalu

Festival Raudhah Sis Aljufri 2026 Resmi Ditutup, Antusiasme Warga Padati Lokasi Hingga Malam Terakhir

Sekretaris Daerah Kota Palu, Irmayanti Pettalolo, hadir mewakili Pemerintah Kota Palu pada penutupan kegiatan tersebut. Ia didampingi unsur Forkopimda, jajaran Alkhairaat, serta tokoh masyarakat yang turut menyaksikan berakhirnya rangkaian festival.

Bidiksulteng.com,Palu — Penutupan Festival Raudhah Sis Aljufri 2026 berlangsung khidmat dan tetap menarik antusiasme masyarakat. Selama tiga hari pelaksanaan, kawasan Jalan Sis Aljufri, Kota Palu, tidak pernah sepi dari kunjungan warga, terutama pada malam terakhir, Senin (30/3/2026).

Sekretaris Daerah Kota Palu, Irmayanti Pettalolo, hadir mewakili Pemerintah Kota Palu pada penutupan kegiatan tersebut. Ia didampingi unsur Forkopimda, jajaran Alkhairaat, serta tokoh masyarakat yang turut menyaksikan berakhirnya rangkaian festival.

Kegiatan yang digelar oleh panitia di sepanjang Jalan Sis Aljufri itu menjadi pembuka rangkaian Haul ke-58 Guru Tua, Sayid Idrus bin Salim Aljufri, sekaligus menghadirkan perpaduan nilai keagamaan, budaya, dan ekonomi kreatif.

Sekretaris Jenderal PB Alkhairaat, Jamaluddin Mariadjang, menyampaikan bahwa Festival Raudhah merupakan bagian dari proses pembudayaan yang diwariskan oleh pendiri Alkhairaat, Guru Tua. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk terus merawat nilai-nilai yang telah diajarkan.

Dalam sambutannya, Irmayanti Pettalolo memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan festival. Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya sebagai bentuk penghormatan kepada Guru Tua, tetapi juga memiliki dampak ekonomi positif bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Kota Palu.

“Festival ini membuka ruang bagi pelaku usaha untuk berkembang dan meningkatkan daya saing. Kami berharap kegiatan ini mempererat silaturahmi sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Irmayanti.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menanamkan nilai-nilai yang diwariskan Guru Tua dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, evaluasi pelaksanaan festival penting dilakukan agar penyelenggaraan di tahun-tahun berikutnya semakin baik.

Panitia berharap partisipasi aktif masyarakat dapat terus terjaga, sejalan dengan upaya menjaga nilai religius dan budaya yang menjadi identitas kawasan tersebut.

Dengan berakhirnya Festival Raudhah Sis Aljufri 2026, masyarakat Kota Palu diharapkan tetap menjaga dan mengembangkan nilai-nilai yang telah diwariskan Guru Tua sebagai bagian dari kehidupan sosial, keagamaan, dan kebudayaan di daerah ini.

Editor : Bidiksulteng

Related Articles

error: Konten dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin tanpa izin.
Close