
BERITA UTAMALINTAS SULTENGLIPUTAN KHUSUSNASIONALSigi
Pemdes Karawana Gelar Rembuk Stunting, Camat Dolo Tekankan Validitas Data dan Sinergi Lintas Sektor
“Kegiatan ini penting agar upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara terarah dan berkelanjutan. Kami berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan baik sehingga langkah-langkah penanganan dapat dipahami dan diterapkan di lingkungan masing-masing,”
Bidiksulteng.com,SIGI – Pemerintah Desa Karawana, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, menggelar kegiatan Rembuk Stunting yang dipusatkan di kantor desa setempat pada Kamis, 9 April 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Melalui konvergensi pencegahan stunting kita wujudkan sumber daya manusia unggul menuju manusia maju.”
Rembuk Stunting tersebut dihadiri Camat Dolo, Kepala Puskesmas Dolo, Kepala Desa beserta perangkatnya, para kader posyandu, tenaga ahli stunting dari Pemerintah Kabupaten Sigi, pendamping desa, kader pembangunan masyarakat (KPM), serta keluarga dari 12 orang anak yang tercatat berisiko stunting.
Kepala Desa: Pencegahan Stunting Menjadi Program Prioritas
Kepala Desa Karawana, Rahman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rembuk Stunting merupakan program nasional yang diteruskan oleh Pemerintah Kabupaten Sigi dan diimplementasikan menjadi salah satu program prioritas desa setiap tahun.
“Kegiatan ini penting agar upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara terarah dan berkelanjutan. Kami berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan baik sehingga langkah-langkah penanganan dapat dipahami dan diterapkan di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Camat Dolo: Stunting Bukan Penyakit Menular
Camat Dolo, Mohamat Ali Aljufri, S.P., yang membuka kegiatan tersebut, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Karawana karena rutin melaksanakan Rembuk Stunting setiap tahun.
“Kami mengapresiasi komitmen Desa Karawana yang konsisten menindaklanjuti program pusat melalui Pemerintah Kabupaten Sigi. Ini merupakan upaya penting untuk memastikan generasi muda kita tumbuh sehat dan berkualitas,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa stunting bukan merupakan penyakit menular, melainkan gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis. Karena itu, penanganan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemenuhan gizi, pola asuh, hingga perbaikan sanitasi lingkungan.
Tekankan Validitas Data dan Pengukuran yang Akurat
Dalam sambutannya, Camat Dolo juga menyoroti pentingnya keakuratan data stunting di lapangan. Ia meminta tenaga kesehatan bersama pihak terkait untuk memastikan proses Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dilakukan dengan benar.
“Pengukuran yang tidak tepat akan menghasilkan data yang keliru. Hal ini berdampak langsung pada kebijakan yang diambil. Karena itu, validitas data menjadi sangat penting,” tegasnya.
Sinergi Lintas Sektor Diperkuat
Camat Dolo meminta Pemerintah Desa Karawana menyusun analisis situasi secara komprehensif dan memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak. Ia juga mendorong pengoptimalan program intervensi, seperti pemberian makanan tambahan bagi balita berisiko stunting.
“Pencegahan stunting adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah kecamatan. Kita berharap upaya ini dapat menghadirkan masa depan anak-anak yang lebih sehat dan berkualitas, khususnya di Desa Karawana,” tutupnya.
Editor : Bidiksulteng.com






