BERITA UTAMALINTAS SULTENGLIPUTAN KHUSUSNASIONALPOLHUKAMSigi

Warga Desa Tuva Perkuat Gotong Royong Lewat Pakagali Pakagaya Ngata

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan kerja bakti yang dilaksanakan warga Desa Tuva pada Sabtu pagi, 19 September 2026. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap program Pakagali Pakagaya Ngata yang digagas Pemerintah Kabupaten Sigi.

Bidiksulteng.com,Sigi – Pemerintah Desa Tuva, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, terus mendorong penguatan budaya gotong royong melalui keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan kerja bakti yang dilaksanakan warga Desa Tuva pada Sabtu pagi, 19 September 2026. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap program Pakagali Pakagaya Ngata yang digagas Pemerintah Kabupaten Sigi.

Warga secara serentak melakukan aksi bersih-bersih di sejumlah lingkungan desa. Kegiatan menyasar kawasan permukiman, pekarangan rumah, bahu jalan, ruas jalan desa, hingga lorong-lorong yang menjadi akses aktivitas masyarakat.

Kepala Desa Tuva, Bahtiar, mengatakan kegiatan tersebut merupakan penguatan terhadap budaya gotong royong yang selama ini telah tumbuh di tengah masyarakat.

Menurutnya, program Pakagali Pakagaya Ngata turut mendorong pemerintah desa dan masyarakat untuk memperluas kegiatan kebersihan lingkungan.

“Pada dasarnya masyarakat Desa Tuva sudah terbiasa melaksanakan kerja bakti. Dengan adanya program Pakagali Pakagaya Ngata dari Pemerintah Kabupaten Sigi, semangat itu semakin kami perkuat sehingga kegiatan kebersihan dapat berjalan lebih maksimal,” ujar Bahtiar.

Ia menjelaskan, pelaksanaan kerja bakti di Desa Tuva tidak selalu bergantung pada jadwal tertentu. Pemerintah desa bersama masyarakat menerapkan pola responsif dengan memperhatikan kondisi lingkungan di lapangan.

Ketika terdapat fasilitas umum, ruas jalan, maupun lingkungan permukiman yang membutuhkan penanganan, warga dapat langsung bergotong royong melakukan pembersihan.

“Jika ada titik yang membutuhkan perhatian, kami langsung bergerak bersama masyarakat. Prinsipnya adalah menjaga lingkungan agar tetap bersih dan nyaman,” katanya.

Secara administratif, Desa Tuva terdiri atas tiga dusun dan 10 rukun tetangga (RT). Dalam pelaksanaan kegiatan, masing-masing wilayah bergerak sesuai kebutuhan lingkungan setempat.

Berdasarkan pemantauan pemerintah desa, sedikitnya sembilan RT turut melaksanakan kerja bakti dalam kegiatan tersebut. Sementara wilayah yang berada cukup jauh dari pusat permukiman tetap melakukan aksi kebersihan di lingkungan masing-masing.

Bagi Pemerintah Desa Tuva, dukungan terhadap program Pakagali Pakagaya Ngata tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui aksi yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Bahtiar menegaskan, pemerintah desa akan terus mendukung program yang diinisiasi Bupati dan Wakil Bupati Sigi melalui penguatan budaya gotong royong di tengah masyarakat.

“Sebagai bagian dari pemerintah daerah, tentu kami mendukung penuh program pimpinan daerah. Karena itu kami akan terus bergerak bersama masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan memperkuat semangat gotong royong,” tegasnya.

Ia berharap semangat Pakagali Pakagaya Ngata dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari budaya kolektif masyarakat Desa Tuva. Selain mendorong lingkungan yang bersih dan sehat, gerakan tersebut diharapkan dapat mempererat kebersamaan warga dalam membangun desa yang tertata dan nyaman.

Kolaborasi pemerintah desa dan masyarakat tersebut menunjukkan bahwa upaya menjaga kebersihan lingkungan juga membutuhkan partisipasi aktif warga serta keberlanjutan semangat gotong royong sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Desa Tuva.

Sumber: Humas Pemda/Diskominfo Sigi

Pewarta : M S G

Editor : Bidiksulteng.com

Related Articles

Close