
BERITA UTAMALINTAS SULTENGLIPUTAN KHUSUSNASIONALTojo Una-Una
Dukung Program Pemerintah Disdikbud Touna Salurkan Bantuan Tas Sekolah dan Buku IQra bagi Anak SD dan SMP
Bidiksulteng.com,Touna – Berbagai daerah di Indonesia melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud)secara rutin menyalurkan bantuan berupa perlengkapan sekolah untuk mendukung literasi dan meringankan beban orang tua siswa yang kurang mampu.
Tepat pada Kamis 11 februari 2026 di Dusun Pari’a Uematopa Kecamatan Ulubongka Kabupeten Tojo Una-Una kepala dinas pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud)Aspan.P.Taurenta,SH menyalurkan tas sekolah gratis dan buku IQra bagi puluhan siswa di SDN pari’a uematopa bertujuan untuk memastikan pemerataan akses pendidikan dan membatu meringankan beban wali siswa yang sedang menyekolahkan anaknya baik di tingkat SD maupun SMP.
Penyerahan Bantuan Tas dan,buku IQra dilakukan oleh kadis Dikbud Touna tak lain untuk memotivasi siswa agar lebih rajin sekolah dan membaca,sehingga pada awal tahun 2026 kualitas pendidikan lebih maju di kabupaten Tojo Una-Una.”Ungkap Kadis
Aspan Taurenta mengatakan Kaitan dengan Literasi Pemberian buku termasuk Iqra atau buku literasi lainya merupakan bagian dari upaya penguatan literasi sejak dini yang didukung oleh dinas terkait dalam rangka tidak lanjut bagian visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Tojo Una-Una Ilham lawidu,SH dan Surya,S.Sos.M.S.I.
Selain itu Kadisdikbud Touna menyatakan penyerahan bantuan tersebut di pastikan Program Sekolah maksimal,dan biaya pendidikan ada untuk anak sekolah,agar lebih giat belajar tanpa ada alasan apapun putus sekolah terutama diwilayah Ampana Tete dan Ulubongka.”Cetus Kadis.
“Bantuan ini diberikan agar siswa dan siswi dapat kembali melanjutkan pendidikan dan tidak kehilangan masa depan dan menjamin hak pendidikan bagi seluruh anak tanpa terkendala faktor ekonomi.
Melalui program pemerintah daerah kabupaten Tojo Una-Una kadis berharap tidak ada lagi anak berhenti sekolah alasan tidak punya biaya,pemda Touna siap membantu biaya pendidikan.’Akuh Kadis.
Kadis menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak dasar setiap anak yang harus dipenuhi oleh negara dan pemerintah daerah. Ia menekankan bahwa persoalan ekonomi tidak boleh menjadi alasan anak berhenti sekolah.
“Pemerintah hadir untuk memastikan anak-anak tetap bersekolah.Usia mereka adalah masa belajar dan bermain,bukan untuk memikirkan biaya pendidikan. Karena sekarang sudah ada biaya pendidikan.
Menurut Kadis bantuan Tas dan buku IQra tersebut tidak hanya bersifat materiil,tetapi juga sebagai bentuk perhatian dan motivasi agar siswa kembali percaya diri dan semangat belajar bersama teman-temannya.
“Kami ingin mereka merasa setara dengan siswa lainnya.Dengan perlengkapan yang kurang lengkap ini tidak ada lagi hambatan untuk kembali bersekolah,” lanjut Kadis.
Pihaknya juga menginstruksikan seluruh jajaran dinas dan kepala sekolah serta tenaga pendidik,agar lebih aktif memantau kondisi sosial di lingkungan disekolah binaan masing-masing.Jika ditemukan anak yang berhenti sekolah akibat kendala ekonomi, pihak sekolah diminta segera melakukan pendekatan dan melaporkannya dinas terkait agar dapat ditangani bersama.
“Sekolah jangan menunggu,jika ada anak yang tidak bersekolah karena biaya,segera rangkul dan laporkan,Pemerintah siap membantu dengan biaya pendidikan,”kita berharap tidak ada lagi anak yang putus sekolah karena faktor ekonomi”Pungkas Kadis.(**)






