
BERITA UTAMALINTAS SULTENGLIPUTAN KHUSUSNASIONALPaluPOLHUKAM
Sekolah Rakyat di Palu Jangkau Siswa Miskin dari Daerah Terpencil
Kepala SRT Tadulako Nambaso 20 Palu, Anita, mengatakan program ini menyasar siswa dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2 atau kelompok miskin dan sangat miskin sebagaimana arahan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang optimalisasi pelaksanaan pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.
Bidiksulteng.com,Palu – Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto terus diperkuat sebagai upaya mewujudkan pendidikan inklusif bagi keluarga miskin dan kurang mampu di Indonesia. Di Sulawesi Tengah, Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Tadulako Nambaso 20 Palu menjadi salah satu lembaga yang menjalankan program tersebut dengan menjangkau peserta didik dari berbagai wilayah terpencil.
Kepala SRT Tadulako Nambaso 20 Palu, Anita, mengatakan program ini menyasar siswa dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2 atau kelompok miskin dan sangat miskin sebagaimana arahan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang optimalisasi pelaksanaan pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.
“Target utama program ini adalah siswa dari kategori desil 1 dan desil 2 atau kategori miskin dan sangat miskin,” kata Anita dalam podcast kolaborasi Kantor Berita ANTARA Biro Sulawesi Tengah dan Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Sulawesi Tengah, yang dikutip di Palu, Sabtu,30 Mei 2026
Menurut Anita, SRT Palu mulai beroperasi pada Agustus 2025 dan hingga kini telah menjangkau siswa dari sejumlah daerah di Sulawesi Tengah, termasuk wilayah yang memiliki keterbatasan akses pendidikan.
“Saat ini terdapat 186 peserta didik untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA),” ujarnya.
Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di delapan ruang kelas yang terdiri atas tiga ruang untuk tingkat SMP dan lima ruang untuk tingkat SMA. Proses pembelajaran didukung oleh 15 tenaga pendidik.
Data sekolah menunjukkan peserta didik berasal dari berbagai daerah, mulai dari Kabupaten Banggai Laut, Kabupaten Buol, wilayah Napu di Kabupaten Poso, hingga Kecamatan Kulawi di Kabupaten Sigi.
Anita menjelaskan konsep Sekolah Rakyat merupakan program prioritas pemerintah yang memberikan dukungan menyeluruh kepada peserta didik.
“Semua kebutuhan siswa ditanggung oleh pemerintah, mulai dari pendidikan, kesehatan, pangan hingga kebutuhan pribadi,” jelasnya.
Sistem asrama yang diterapkan memungkinkan siswa dari daerah terpencil memperoleh akses pendidikan yang lebih merata tanpa terkendala faktor geografis maupun ekonomi.
Dalam proses penerimaan peserta didik, SRT Palu bekerja sama dengan Program Keluarga Harapan (PKH) yang dikelola Dinas Sosial di masing-masing daerah. Mekanisme ini dilakukan melalui penjangkauan aktif terhadap calon siswa dari keluarga penerima manfaat PKH.
Anita menegaskan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat tidak hanya bertujuan memperluas akses pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan sosial dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Anak-anak kami adalah titipan orang tua sekaligus titipan negara. Oleh karena itu, seluruh tim dari guru, wali asuh, dan wali asrama harus memastikan mereka mendapatkan layanan pendidikan yang optimal,” katanya.
Program Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan melalui peningkatan kualitas pendidikan. (MSG)
Editor : Bidiksulteng.com






